// Disaat Piagam Lebih Berharga Di Banding Nyawa Manusia//

Oleh : Agus Susanti ( Aktivis dakwah/Anggota Akademi Menulis Kreatif 3 )


        Tahun 2018 ini adalah tahun yang besar untuk Indonesia, sebab Indonesia  di beri kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asian Games . Segala persiapan untuk menyambut dan penyelenggaraan pun di persiapkan dengan  sangat matang. Jalan-jalan yang akan dilintasi oleh para peserta Asian Games pun turut di perhatikan baik kelayakan maupun kerapian. Bahkan dana yang di habiskan untuk penyelenggaraan ini cukup fantastis yakni mencapai ratusan  milliar bahkan triliun, seperti yang di lansir dalam https://asiangames.tempo.co . Pembukaan ( opening ceremony) yang di helat di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, sabtu 18 Agustus 2018 telah resmi di buka oleh Presiden Joko Widodo. Berhiaskan panggung megah dan koreografi serta musik yang apik, opening ceremony itu menghabiskan dana sebesar 47 juta dollar atau sekitar Rp 685,2 milliar. Bapak wakil presiden Jusuf Kalla membeberkan jumlah anggaran yang di butuhkan untuk penyelenggaraan Asian Games inimencapai 30 triliun. www.kompas.com 

         Seakan tidak ada kejadian besar yang melanda rakyatnya di negeri ini, pemerintah lagi-lagi hanya mementingkan suatu urusan yang akan mengangkat derajatnya di mata dunia. Pencitraan tak henti-hentinya di lakukan tanpa memperdulikan nasib rakyatnya yang sedang tertimpa bencana di Lombok. Betapa besar kerugian materi yang di rasakan oleh korban gempa di NTT-Lombok, bahkan nyawa pun banyak yang hilang karenanya. Mereka kehilangan tempat berteduh, dan sangat membutuhkan uluran tangan terutama dari pemerintah. Banyak korban luka yang membutuhkan obat dan perawatan oleh medis. Logistik berupa makanan dan minuman serta kebutuhan lain masih sangatlah jauh dari kata memadai.  Tapi sayang beribu sayang bantuan dari pemerintah bahkan tidak mencapai 50% bila di banding dengan dana yang di keluarkan untuk penyelenggaraan Asean Games.sampai 23 agustus pemerintah baru memberikan saluran dana Rp985,8 milliar. http://m.merdeka.com  

        Bukan senyum kesejahteraan yang di dapat, justru warga Lombok harus gigit jari melihat pemimpin negeri ini memberikan bonus kepada para atlet Asian Games. Seperti yang di lansir http://m.viva.co.id . Presiden Joko Widodo langsung memberikan bonus penghargaan kepada atlet peraih medali di Asean Games 18. Pemberian di lakukan di Istana Negara,  Jakarta, minggu 2 september2018. Untuk peraih medali emas atlet angkat besi Eko yuli mendapatkan nominal Rp1,5 milliar dalam bentuk buku tabungan dan ATM Bank Rakyat Indonesia. Tak Cuma dirinya tetapi atlet lain yang mendapatkan medali perak pun mendapatkan bonus setidaknya Rp500 juta.Dan Masih banyak lagi detail atlet dan para pelatih yang turut mendapatkan bonus karena telah mengharumkan nama Indonesia ini di mata dunia. Tak terhingga kebahagiaan Presiden Jokowi  atak perolehan medali yang begitu mengejutkan. Hingga hari terakhir perolehan medali, Indonesia kokoh bertengger di urutan keempat dengan raihan 31 emas 24 perak, dan 43 perunggu.  

        Dan sangat  menyayat hati para korban bencana Lombok atas ketimpangan dari sikap pemerintah terhadap mereka. Tidak mengerti akan apa yang ada di benak pemerintah kita saat ini, Asian Games ini seakan menutup hati nurani mereka sebagai sesama manusia bahkan lupa akan tanggung jawabnya dalam menangani korban bencana yang tak kunjung selesai di negeri ini. Bahkan di saat pemimpin negeri ini berada di tengah-tengah korban gempa yang terbesit baginya adanya pencitraan. Ingin di anggap perduli akan nasib korban gempa bapak Joko widodo rela melewatkan acara penutupan Asian Games dan memilih untuk menyaksikan penutupan yang di lakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan nonton bareng bersama di tenda pengungsian  para korban bencana di Lombok-NTT. Itu juga alasan mengapa Presiden memberikan bonus kepada para atlet di pagi hari saat silaturahmi dengan para atlet dan tidak menunggu sampai waktu penutupan selesai di sore harinya. www.viva.co.id  

        Karakter pemimpin saat ini adalah dampak dari ide sekulerisme yang di terapkan oleh negeri ini, maka tak heran jika mereka tidak perduli akan penderitaan rakyat bahkan rela menghamburkan uang   hanya demi pencitraan hingga tega memanipulasi makna kesejahteraan dan kesuksesan. Sehingga tidak mengejutkan bila mendapatkan piagam di Asian games lebih berharga di banding menyelamatkan nnyawa manusia sekalipun itu adalah rakyatnya. Sebab ide sekuler ini meniadakan peran agama dalam mengatur urusan rakyat, dan akhirnya mereka pun lupa bahwa kelak akan di mintai pertanggung jawaban atas apa yang di amanahkan padanya di dunia. Rasulullah SAW bersabda :” ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan di mintai pertanggungjawaban atas yang dipimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya….”.HR.bukhari

        Hal ini tentu sangat berbeda dengan karakter kepemimpin islam. Dalam pandangan islam seorang pemimpin adalah bagaikan seorang penggembala yang meriayah dan menjaga gembalaannya. Pemimpin adalah pelayan rakyat, sehingga kebutuhan umatnya adalah yang utama di banding urusan yang lain. Dan dalam islam menjadi sebuah kewajiban memenuhi kebutuhan pokok bagi setiap individu bukan kelompok tertentu saja. Kesejahteraan juga tidak di lihat dari segelintir orang saja, melainkan di lihat dan di wujudkan secara nyata melalui individu-individu. Namun hal tersebut hanya akan terwujud dengan menerapkan kembali aturan/sistem islam secara menyeluruh. Karena kepemimpinan islam hanya aka nada melalui sistem islam pula. Sedangkan dengan sistem di luar islam hanya memungkinkan memiliki pemimpi beragama islam tanpa menjalankan sesuai arahan islam.

         Doa rasulullah yang di tujukan untuk seprang pemimpin : “ya Allah, barang siapa yang mengurus umatku lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Dan barang siapa yang mengurus urusan umatku lalu dia mengasihi mereka maka kasihilah dia”.(HR.Muslim). hadist ini cukup untuk menjadi pegangan bagi setiap pemimpin yang telah di beri amanah dalam pundaknya. Tentunya dengan di dukung oleh sebuah sistem yang shohih yakni sebuah sitem yang di kehendaki Allah dan telah di wariskan oleh Rasulullah kepada kita sejak 14 abad silam. Sebuah sistem yang akan mengembalikan kejayaan islam dan rahmat bagi seluruh alam, dan sistem itu bernama khilafah.

Wallahu a’lam bishawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak