Oleh Latifatul Khoiriyah
Senja mulai temaram. Mataharipun beringsut ke peraduan. Terdengar seruan dari speaker masjid. " Monggo poro jamaah, menawi badhe dherek sesarengan maos doa akhir lan awal tahun, katuran rawuh wonten masjid! *".
Subhanallah. Waktu berjalan cepat. Teringat hal yg sama di sore setahun lalu. Setelah berdoa, kutulis resolusi setahun yang akan datang. Mulai dari rencana menambah hafalan. Memperbanyak bacaan. Memperbesar infaq shodaqoh. Meluaskan jaringan dakwah. Memperbaiki raga. Membiasakan menulis. Dan setumpuk harapan di tahun baru.
Ups. Pada faktanya kita sering banyak berangan angan. Namun sedikit beramal. Saat ingin memegang Alquran. Gadget berbunyi ditinggallah niat mengaji. Mau nambah literasi, eh inget belum nyuci. Yah.. ga jadi lagi. Mau berinfaq ehm nanti aja butuhan masih banyak. Apalagi meluaskan jaringan dakwah. Badan capek jadi ogah. Nah biar sehat rencana olahraga, ada aja alasannya. Hah...apalagi tiap hari mau nulis. Ga muncul ide, paling cuman meringis.
Betul apa yang dikatakan Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda,
“Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa atas Anda ialah dua hal, yaitu panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Sesungguhnya panjang angan-angan itu akan melupakan akhirat dan mengikuti hawa nafsu itu akan menghalangi dari kebenaran.”
Penyebab panjang angan angan
Menurut Imam Ghozali ada dua penyebab panjang angan-angan. Kebodohan dan cinta dunia.
Kebodohan manusia menggantungkan diri pada masa mudanya. Memandang masa muda jauh dari kematian. Kadang ia merasa sehat padahal kematian bisa datang kapan saja tak peduli seorang hamba sedang sakit atau sehat sekalipun.
Adapun cinta dunia apabila hati seseorang cenderung mengikuti nafsu dan syahwatnya. Glamournya dunia haus ia reguk. Sehingga hatinya keras, berat berpisah dengannya. Menjadi penghalang untuk memikirkan kematian. Ialah yang menjadi sebab terpisahnya segala kesenangan. Jika diingatkan dekatnya masa berakhirnya kehidupan maka ia benci dengannya.
Maka tepatlah kiranya. Perintah di Tahun baru hijriyah ini untuk kita segera bertaubat. Menghitung apa yang telah kita perbuat. Hawa nafsu selama ini merajai kehidupan kita. Jangan sampai amal buruk menjadi timbangan berat kelak di akhirat.
Namun Allah selalu memberi sempat. Selama nafas belum tercekat. Maka segeralah mendekat. Ucap sesal dan doa mengharap ampunan. Semoga tahun ini bertambah iman dan ketaqwaan.
Rencanakanlah amal perubahan. Bersama orang yang sholeh sholehah sebagai teman. Tentu lebih mudah istiqomah dalam berhijrah.
*Monggo poro jamaah, menawi badhe dherek sesarengan maos doa akhir lan awal tahun, katuran rawuh wonten masjid! (Bagi para jamaah yang ingin mengikuti doa akhir dan awal tahun bersama sama. Segera datang k masjid).
Latifatul Khoiriyah, ST
(Praktisi Pendidikan, Anggota Revowriter)