Oleh: Ayuratna Sari
(Akademi Menulis Kreatif)
Ada pengadilan, tak ada keadilan
Ada kekayaan, tak bisa merasakan
Ada penguasa, bukan pemelihara
Melimpah sumber daya rakyat tetap sengsara
[Cipt. Ustz Umar Abdullah]
Begitulah bunyi lirik yang pantas untuk menggambarkan negri ini.
Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam yang melimpah mulai dari darat maupun di laut, seperti tambang emas, gas, minyak, ikan, dan lain sebagainya. Bahkan nilainya hingga mencapai sekitar 200 ribu triliun itu pun yang di ketahui di perut bumi. (Liputan6.com)
Namun mengapa dengan banyaknya sumber daya alam yang di miliki oleh Indonesia tidak bisa untuk menuntaskan kemiskinan yang makin mencekik? Apakah karena Indonesia tidak bisa mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia, hingga akhir nya sumber daya alam sia-sia begitu saja?
Namun kenyataannya tidak demikian, sumber daya alam yang begitu melimpah di Indonesia ternyata telah di kuasai oleh Asing, sehingga Indonesia hanya mendapatkan sekian persen yang hanya di dapatkan oleh segelintir orang saja.
Lantas bagaimana sejatinya solusi yang tepat agar permasalahan kemiskinan ini cepat tertuntaskan. Ketika kekayaan sumber daya alam di kelola oleh asing nyata nya Indonesia bukan nya malah untung tapi malah buntung.
Bahkan mantan anggota DPR RI, Djoko Edy Abdurrahman, melalui akun Twitter, @Jokoedy6, sabtu (14/7/2018), mengajak masyarakat luas untuk menolak divestasi (pembelian saham) PT. Free port. Ajakan ini ia maksud kan agar tambang emas yang di kuasai PT. Free port kembali ke tangan negara. (Buletin Dakwah Kaffah)
Begitu juga solusi permasalahan yang di jnjikan oleh islam. Bagaimana sejatinya Islam memandang bahwa sumber daya alam adalah kepemilikan umum bukan kepemilikan individu. Maka dari itu sumber daya alam yang ada sejatinya hanya boleh di kelola oleh negara bukan oleh swasta seperti saat ini. Seperti sabda Rasulullah saw. :
"Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal : air, rumput dan api. [HR. Ibnu Majah]"
Ketika permasalahan yang terjadi saat ini di selasaikan sesuai dengan solusi islam maka kemiskinan dan berbagai permasalahn yang lain pun akan terentaskan, sebagai konsekuensi keimanan seorang Muslim yaitu dengan menerapkan syariat secara kaffah (sempurna).
"Demi Tuhanmu (wahai Muhammad),pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau Muhammad sebagai hakim dalam semua perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka tidak merasa berat di hati mereka terhadap apa yang engkau putusan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [TQS an-Nisa' [4] : 65]"
Sudah saatnya kita kembali ke pada Islam yang merujuk ke pada Al-Quran dan As-Sunah, sehingga Islam bisa di terapkan pada lini individu dan juga negara. Dan permasalahan masyarakat saat ini bisa tersolusi secara parsial (Menyeluruh).