Mendamba Hijrah yang Kaffah

Oleh : Nurul Rachmadhani


Memasuki tahun baru Islam biasanya banyak kegiatan seremonial seperti tabligh akbar, pawai obor, yang disambut meriah oleh masyarakat dalam memperingati tahun baru hijriah ini. 

Tema yang diangkat dan sering dibahas adalah mengenai kisah perjalanan hijrah Rasulullah SAW beserta para sahabat yang pindah dari Makkah ke Madinah. Tak sedikit umat muslim yang mengikuti kegiatan tabligh akbar seperti ini, mereka sangat antusias menyambut tahun baru hijriah. Namun yang amat disayangkan setelah mendengarkan kisah hijrah Rasul SAW, tak sedikit pula yang hanya menjadi pendengar setia tahunan.

Yang artinya, mereka hanya mendengarkan tanpa bisa memaknai kisah hijrah Rasul dan para sahabat. Pun setelah keluar dari tabligh akbar tersebut ternyata tidak ada perubahan, semua sama saja seperti biasanya. Lalu bila seperti itu keadaanya, hikmah apa yang bisa kita ambil?.

Bukankah kisah hijrah Rasul diceritakan kembali pada saat tahun baru Islam ini, bermaksud agar semua kaum muslim di seluruh negeri dapat memaknai dan mengambil hikmah serta pelajaran agar kita semua bisa mengikuti jejak Rasulullah SAW. Yaitu menuju pada perubahan yang lebih baik dan tentunya lebih mendekatkan diri serta mengamalkan semua perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya.

Hijrah pada saat ini, hanya banyak dilakukan pada hijrah pribadi saja. Dimana hanya individu-individu saja, hanya untuk dirinya sendiri. Bukankah apabila ingin berhijrah secara kaffah itu harus seluruhnya?. 

Seperti yang dialami negeri tercinta kita sekarang ini, negeri ini sedang dalam kondisi terpuruk, banyak masyarakat yang menderita dan merasa bukan di negerinya sendiri. Banyak kaum muslim yang terintimidasi di negerinya sendiri hanya karena mereka berpegang teguh pada keyakinannya untuk memperjuangkan Islam agar cepat tegak kembali, bahkan banyak para pemuka agama yang hanya ingin umat cerdas dalam berpikir dan menyikapi masalah yang ada sesuai dengan Islam,tapi malah dipersekusi.

 Kondisi saat ini hampir sama dengan kondisi saat Rasulullah SAW di Makkah dulu, dimana keadaan jahiliah sudah menjalar disegala aspek kehidupan, lalu Allah SWT memberikan pertolongan dengan tegaknya Islam di Madinah.

Disini bukan berarti kita harus pindah ke ke tempat, kota, atau negara lain, tetapi apakah benar kalau kita sudah benar-benar berhijrah secara kaffah, sedangkan sistem di negeri ini belum bisa menghijrahkan seluruh umat muslim secara sempurna?. Karena dengan sistem kapitalis yang diemban saat ini sulit bagi kita yang ingin dan sudah berhijrah total untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah.

Artinya, harus ada perubahan. Perubahan dari keterpurukan menuju kejayaan Islam. Tentunya dengan terus berdakwah menyerukan agar sistem Islam dapat segera terwujud, sehingga syariah Islam bisa diterapkan. Setelah itulah hijrah kaffah dapat kita raih secara sempurna.


Wallahu’alam bishowab



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak