MAKNA DAN KEUTAMAAN ADZAN

Oleh: Sri Roesmiani

(Member Akademi Menulis Kreatif)


          Pada Selasa (21/8/18) Meiliana (perempuan keturunan Tionghoa) menangis ketika majelis hakim membacakan putusan masa kurung untuknya.   Pasalnya hukuman yang dijatuhkan hakim sudah sesuai dengan yang diminta Jaksa Penuntut Umum.(Kompas.com)

          MUI Sumatera Utara sebelumnya sudah menerbitkan fatwa penistaan agama kepada Meiliana. "Adzan adalah bagian dari syariat Islam. Ucapan yang dilontarkan Meiliana termasuk perendahan, penodaan dan penistaan terhadap syariat Islam," kata wakil sekretaris komisi fatwa MUI Sumut kepada media Januari 2017 silam.

          Lagi-lagi syariat Islam menjadi sorotan. Kini umat Islam pun sadar. Banyak media yang gencar memberitakan bahwa mayoritas muslim berlaku anarkis terhadap minoritas non muslim. Hal yang perlu diketahui adalah adzan merupakan salah satu karakteristik ajaran Islam. Ia sangat berkaitan dengan rukun Islam yang kedua yaitu shalat wajib 5 waktu. Menurut Islam adalah syiar yang harus ditampakkan. Tujuan utamanya untuk menyeru dan memberitahukan masyarakat muslim akan masuknya waktu shalat.

          Secara bahasa adzan bermakna pengumuman atau pemberitahuan. Sebagaimana firman Allah SWT: "Dan pengumuman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia di hari haji akbar bahwa Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari kaum musyrikin..." (QS. at-Taubah: [9]:3).

          Sedangkan menurut istilah adzan adalah pemberitahuan bahwa waktu shalat telah tiba dengan menggunakan lafaz-lafaz tertentu dan cara tertentu. (al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah: 2/489)

          Jumhur ulama sepakat bahwa hukum adzan fardhu kifayah. Artinya jika salah satu diantara kaum muslimin telah mengumandangkan adzan ketika masuk waktu shalat, maka gugurlah kewajiban atas seluruh umat muslim yang lain. Sebaliknya apabila telah masuk waktu shalat dan tidak ada orang yang mengumandangkan Sangkan adzan, maka semua penduduk yang ada di tempat tersebut akan berdosa. Hal ini dikuatkan oleh hadist dari nabi. Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: "Jika waktu shalat telah tiba, salah seorang diantara kalian hendaknya mengumandangkan adzan untuk kalian dan yang paling tua diantara kalian menjadi imam."(HR Bukhari-Muslim)

          Diantara bentuk keutamaan adzan yang telah Allah janjikan tersebut adalah:

1. Suara adzan membuat setan lari terbirit-birit. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila diserukan adzan untuk shalat, syaiton pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqamat ia berlalu lagi..."(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Orang yang selalu mengumandangkan adzan akan memperoleh pahala yang besar.  Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya orang-orang mengetahui besarnya pahala yang didapatkan dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak dapat memperolehnya kecuali dengan undian niscaya mereka rela berundi untuk mendapatkannya..." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang muadzin yang senantiasa mengumandangkan adzan akan dipanjangkan lehernya pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat."(HR. Muslim)

4. Setiap yang mendengarkan suara adzan akan menjadi saksi   bagi para muadzin di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah jin dan manusia serta tidak ada sesuatu pun yang mendengar suara lantunan adzan dari seorang muadzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari kiamat."(HR. Bukhari no. 609)

5. Para imam dan muadzin akan senantiasa mendapatkan do'a dari nabi. Rasulullah SAW bersabda: "Imam itu bertanggung-jawab. Sementara muadzin menjadi kepercayaan umat manusia. Ya Allah, berilah petunjuk kepada para imam dan berilah ampunan kepada para muadzin."(Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud, Turmudzi dan Ibnu Khuzaimah)

6. Seorang muadzin akan diampuni dosa-dosanya sejauh jarak suara adzannya. Rasulullah SAW bersabda: "Diampuni bagi muadzin pada akhir adzannya. Dan setiap yang basah atau pun yang kering yang mendengar adzannya akan memintakan ampun untuknya."(HR. Ahmad)

  Demikianlah beberapa keutamaan adzan dan yang mengumandangkannya serta begitu besarnya pahala yang telah dijanjikan dalam ajaran Islam. Jadi sangat tidak pantas jika ada orang yang tidak senang atau merasa terganggu dengan lantunan-lantunan suara adzan.

         Inilah kondisi kegelapan yang menyelimuti kaum Muslim  saat ini. Allah SWT menegaskan bahwasannya syariah Islam itu akan menjadi rahmat untuk manusia. Dan bagi yang berpaling maka itulah yang menjadi sebab munculnya berbagai kesempitan hidup. Seperti kehidupan yang semakin sengsara, menderita, terjajah, teraniaya, tertindas dan lain sebagainya.

         Karena itu supaya kita terhindar dari fitnah seperti mayoritas muslim berlaku anarkis terhadap minoritas non muslim ataupun penistaan terhadap syariat Islam, maka dari itu kita harus melakukan perubahan. Yaitu dengan cara menjalankan syariah Islam secara kaffah sebagai aturan kehidupan. Baik secara pribadi, bermasyarakat dan juga bernegara. Dan sekaligus meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah SWT. 

WalLahu a'lam bisa ash-shawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak