Remaja Menjalani Baligh Tanpa Galau

Oleh Minah Mahabbah

(Penulis Motivasi)


Remaja sekarang sangat mengenal istilah galau. Perasaan galau, risau atau gelisah itu wajar jika hadir di dalam diri. Susah untuk dicegah. Apabila remaja mendapatkan banyak masalah dalam hidup ini yang mungkin belum bisa terselesaikan maka galau itu bisa muncul dengan tiba-tiba. Apalagi saat dia mendapatkan nilai jelek, tidak naik kelas, belum lagi masalah-masalah keluarga mupun dengan teman, maka rasa galau itu bisa datang.


Sama halnya ketika Remaja yang baru saja menjalani Baligh, terkadang merasakan takut dan khawatir. Ketika seorang sudah baligh maka dia harus bisa memahami dengan benar tentang hidupnya di dunia ini. Apa yang harus dipersiapkan. Dan bagaimana cara meraihnya serta apa saja resiko yang harus dihadapinya. Semuanya tentu dengan pemahaman yang benar.


Berbicara tentang baligh, baligh itu apa sih? Baligh secara etimologi adalah Balagha al ghulaam adalah anak telah mampu memahami. Secara terminologis: “Habisnya masa kanak-kanak”. Baligh menjadi penentu perubahan status seorang mukmin. Karena ketika dia sudah baligh maka dia sudah terbebani dengan beban hukum. Maksudnya adalah segala perbuatan yang dia lakukan akan dipertanggungjawabkan. Ketika dia berbuat baik akan mendapatkan pahala. Tapi jika dia berbuat keburukan maka akan berdosa.


“Telah diangkat pena (beban hukum) dari tiga golongan: dari orang gila hingga ia sembuh; dari orang yang tidur hingga ia bangun; dan dari anak-anak hingga ia Baligh “(HR. Abu Daud).


Remaja harus bisa menjalani baligh tanpa galau, bagimana caranya menjalaninya? Nah sobat, caranya adalah kamu harus mengenali hakekat penciptaan. Hakekat penciptaan terdiri dari  3 pertanyaan yang kudu kamu jawab. Apa itu? Yakni, dari mana kamu berasal? Untuk apa kamu hidup? Dan Akan kemana Setelah  mati? 


Dari mana kita berasal? jika kita ditanya dari mana kita berasal,? kita berasal dari Allah. Kita lahir di dunia ini karena Allah yang menciptakan kita sebagai manusia. Untuk apa kita hidup? Kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana firman Allah “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Zariyat : 56 ).


So, kita hidup di dunia hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah disini adalah kita diperintahkan untuk menjalankan aturan Allah SWT. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Karena di dalam hidup kita harus tunduk dan taat kepada Allah serta terikat dengan hukum syara’. 


Akan kemana setelah mati? kita akan kembali kepada Allah. Sobat.. tujuan hidup kita di dunia akan menentukan kita setelah kematian. Jika kita hidup di dunia ini hanya menjalankan semua perintah Allah dengan Ikhlas mengharapkan ridho Allah, maka Allah akan menempatkan kita di tempat yang terbaik berupa surga. Akan tetapi, jika kita hidup di dunia hanya berfoya-foya, bersenang-senang serta banyak melanggar syariat Allah, maka Allah akan menempatkan tempat yang buruk yaitu neraka, na’udzubillahi minzalik.


Nah sobat, agar kita bisa menjalani masa baligh tanpa galau maka kita harus taat kepada Allah, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangaNnya. Ketundukan kepada Allah SWT dengan menjalankan ketaatan dan merendahkan diri kepadaNya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak