Ketika Zina dan Riba Merajalela

Oleh : Sunarti

Gempa bumi melanda Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tidak hanya sekali, tapi bertubi-tubi. Pasang surut bagai ombak menempuh pantai. Membuat air mata nian berderai. Satu gempa reda, disusul gempa yang lain.


Gempa Lombok menyisakan rasa takut dan waspada bagi warga. Mereka pun mengungsi di tempat aman (Liputan6.com/Sunariyah). Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, telah terjadi 180 gempa susulan sejak terjadi gempa pada Minggu 19 Agustus malam, hingga Selasa (21/8/2018) pukul 09.00 WIB.


Gempa bisa dimaknai fenomena alam biasa saja. Namun bagi kaum mukmin, gempa ini bukanlah hal biasa. Muhasabah diri dan jamaah juga harus dilakukan. Karena sebagai muslim yang taat kepada Allah, pasti ada keyakinan bahwa bencana alam merupakan peringatan dan ujian. Peringatan bagi para pelaku kemaksiatan. Dan ujian bagi orang-orang beriman yang hendak dinaikkan derajatnya oleh Allah. Di negeri ini fenomena kemaksiatan yang mengundang bencana sangatlah tampak di depan mata. Praktek zina dan riba menjadi hal yang 'lumrah' di negeri penduduk yang mayoritas muslim ini. 


Memang kemaksiatan tidak dilakukan oleh seluruh penduduk, namun musibah itu menimpa orang lain yang tidak bermaksiat. Allah mencela semua, baik yang melakukan kemaksiatan maupun orang-orang yang membiarkan kemaksiatan itu terjadi di bawah pengetahuan mereka.


Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

"Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri." (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).


Membiarkan bahkan mengembangkan kemaksiatan (yaitu zina dan riba), bagai merelakan negerinya diazab oleh Allah. Maka tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh, kecualai dengan taubatan nasuha. Taubat yang benar-benar sepenuh hati dan tindakan yang nyata. Meninggalkan segala kebijakan yang mengundang bencana dan kerusakan. Yaitu dengan taat secara total kepada Sang Pemilik Bumi dan Jagad Raya. Taat kepada Sang Pemilik kehidupan, yaitu kepada Allah Aza Wajala.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak