Manajemen Waktu Ala Remaja

Oleh : Putri Ira

    Sobat remaja, tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Agustus. Beberapa bulan lagi akan berakhir tahun 2018. Mari kita cek aktivitas harian yang sudah berlalu. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Apakah sudah dipenuhi dengan aktivitas kebaikan ? Ataukah hanya kesia-siaan.


      Sebagai seorang pelajar, aktivitas harian kita tentunya belajar di sekolah. Waktu yang kita habiskan di sekolah sekitar 6-8 jam/ hari. Bagi remaja yang bersekolah di perkotaan, biasanya sepulang sekolah disibukkan dengan aktivitas les dan kegiatan ekstra kurikuler lainnnya. Bisa dibayangkan, bagi yang tidak tahan dengan aktivitas belajar dalam waktu yang lama, perasaan bosan kerapkali menghampiri. 

    Sepulang dari belajar di sekolah, ada remaja yang mengisi waktunya dengan menonton televisi, kumpul bersama teman-teman dan membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah. Tak jarang, menonton televisi dan kumpul bareng teman-teman membuat kita melupakan sejenak tugas sekolah yang bertumpuk. Boleh saja kita menonton televisi dan kumpul bareng teman-teman. Selama tontonan dan acara kumpul tersebut tidak berisi kemaksiatan. Biar gak kebablasan saat menonton televisi dan kumpul bareng teman, remaja perlu mengatur waktu untuk menonton televisi dan kumpul bareng. Misalnya dibatasi  2 jam saja. Tak jarang akibat waktu tidak di atur dengan baik, aktivitas harian lainnya menjadi kacau. 

    Salut melihat remaja di tengah rutinitas belajar di sekolah, masih menyempatkan waktunya untuk belajar islam. Waktunya diisi dengan kebaikan. Waktu tidak dibiarkan berjalan begitu saja tanpa ada yang direncanakan. Program harian diatur sebagai mungkin. Agar tidak ada aktivitas yang tiada berguna. 

     Tak mudah mengatur waktu dengan baik bagi remaja yang tidak memahami begitu pentingnya waktu. 

Allah berfirman dalam surat Al Ashr 1-3 : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman,   beramal shaleh dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. 

     Bagi remaja yang memahami begitu pentingnya waktu, dia akan menjaga waktunya. Kapan waktu bersekolah, membantu orang tua, belajar islam dll. Setiap perbuatan  yang dilakukan remaja muslim distandarkan kepada hukum syara. Bukan berdasarkan hawa nafsunya. Dia memahami bahwa waktu yang sudah berlalu tidak akan  kembali. Masa mudanya akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Semoga sobat remaja  tidak termasuk ke dalam orang yang merugi. 

Wallahu a'lam bisshawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak