Lombok Berduka, Pemerintah Menutup Mata

Oleh : Wina Widiana

Miris memang, ketika melihat kondisi saudara kita di Lombok yang tengah terkena bencana gempa bumi yang bertubi-tubi. Di sisi lain pemerintah justru tidak segan menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk acara opening ceremony Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat (18/08/2018). Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mengeluarkan anggaran untuk terselenggaranya acara tersebut, menelan biaya sbesar 47 juta dollar atau sekitar Rp.685,2 miliar ( Tempo.co ), tentu itu bukan dana yang sedikit yang di keluarkan pemerintah.

Bukan hanya itu, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani,  menjanjikan kepada para PNS untuk menaikan gaji mereka 5% pada tahun depan. Sri Mulyani berujar bahwa pemerintah telah menyiapkan Dana Alokasi Umum sbesar 414,9 triliun dalam APBN 2019 ( bisnis.tempo.co ).

Lalu bagaimana dengan nasib rakyat Indonesia yang terkena bencana di Lombok sana?? Pemerintah justru abai, seakan menutup mata terhadap bencana yang menimpa rakyatnya. Pada faktanya, pemerintah mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk acara opening ceremony Asian Games, dan menyiapkan dana untuk kenaikan gaji para PNS.

Sementara rakyat yang terkena bencana di biarkan. Anggaran yang di keluarkan pun sangat minimalis. Untuk sekedar terpal saja, masyarakat di Lombok sangat kesulitan. Tenda pengungsian pun tidak layak untuk di tinggali, di tambah makanan dan pakaian yang masih minimalis (www.radarpribumi.com)

Pemerintah justru lebih mengedepankan citra di mata dunia, dari pada mementingkan kebutuhan rakyatnya. Lebih mengedepankan gengsi ketimbang mengurusi rakyatnya. Megah dan mewah nya acara opening ceremony kemarin hanya untuk pencitraan saja, naiknya gaji PNS pun hanya untuk pencitraan saja.

Sementara untuk bencana gempa bumi di Lombok, pemerintah malah mempertimbangkan untung ruginya. Padahal rakyat di sana sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Sepeti itulah, memang ketika hidup dalam sistem bobrok Kapitalisme yang lebih mngutamakan materi dari pada keselamatan nyawa rakyatnya sendiri. Materi menjadi tujuan utama untuk di raihnya.

Di dalam Islam, seorang pemimpin itu wajib untuk meri'ayah umatnya, wajib mngurusi urusan dan memenuhi kebutuhan umatnya. Seorang pemimpin yang bertaqwa mengetahui betul bahwa mengurusi urusan umat adalah tugas dan amanahnya. Pemimpin yang bertaqwa tidak akan menelantarkan rakyatnya. Seperti kisah yang sudah familiar di telinga kita tentang  shahabat Nabi, Umar bin Khattab yang bersedia mengangkat sendiri karung gandum untuk di antarkan kepada rakyatnya . Beliau melakukan hal tersebut di dasarkan karena takut kepada Allah SWT.

Pemimpin yang bertaqwa akan menjadikan bencana  sebagai bentuk muhasabah , teguran & peringatan dari Al-Khaliq, agar kembali mengingat kekuasaan Allah SWT dan menjauhi apa yang Allah larang. Firman Allah:


" Katakanlah(wahai Muhammad): Dialah (Allah ) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian dari atas kalian, dari  bawah kaki kalian..."(Al-An'am:65)


Wallahu a'lam bishawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak