By: Aisy Mujahidah Ummu Azzam
(Anggota Revowriter Makassar)
Kalau kita berbicara tentang Andalusia saat ini tentunya masih banyak kaum muslim yang bingung dan terasa asing dengan nama tersebut. Yang mereka tahu hanya Spanyol.
Pada tulisan ini saya ingin menyengarkan kembali ingatan kita tentang sejarah Andalusia yang mungkin terlupa oleh kita.
Pada tanggal 2 januari 1492M, denyut nadi peradaban Islam di Andalusia berhenti berdetak. Disebabkan penguasa terakhir Granada, Abu Abdillah Muhammad bin Al-Ahmar ash-shagir kalah dan memutuskan menyerah.
Abu Abdillah Muhammad bin Al-Ahmar ash-shagir menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan kekuasaannya kepada kerajaan katholik Spanyol. Kunci gerbang kota Granada dan istana Alhambra di serahkan kepada pihak musuh.
Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, dua pasangan penguasa spanyol lalu memasuki Granada dan menginjakkan kaki mereka di istana Al hamra yang mengah. Mereka sangat kangum dengan kemengahan dan keindahan istana yang kini menjadi milik mereka. Simbol-simbol istana lalu dinganti dengan simbol agama kristen, masjid di ubah menjadi gereja.
Abu Abdillah memilih pergi dari Granada, menuju Afrika Utara. Di perjalanan menuju Afrika, di sebuah bukit Abu Abdillah berhenti sejenak. Sambil menitikkan air mata dia melihat Granada dari kejauhan untuk terakhir kalinya.
Bukit tempat beliau menangis lalu di beri nama Puerto del suspiro del moro oleh orang Spanyol yang artinya Bukit Tangisan Orang Arab Terakhir.
Andalusia, negeri yang indah berada di bawah kekuasaan Islam kurang lebih 800 tahun. Di mulai tahun 92 H atau 711 M ketika panglima Thariq bin Ziyad berhasil menaklukkannya.
Kota-kota modern Spanyol saat ini seperti Bercelona, Madrid, Valencia dan Malaga kota-kota tersebut pernah dihuni kaum muslim di bawah pemerintahan Islam.
Kota-kota tersebut menjadi pusat ilmu pengetahuan dengan buku dan perpustakaan yang melimpah. Ulama-ulamanya menguasai ilmu agama juga ahli di bidang sains, teknik, kedokteran dan lainnya.
Masjid-masjid berdiri mengah, istananya begitu mewah dan taman-taman yang indah.
Tapi, semuanya berubah ketika kaum muslim mengalami kekalahan tepat pada tanggal 2 Rabiul Awal 897 H yang bertepatan dengan 2 januari 1492 M. Kaum muslim di paksa murtad, di siksa sampai tak berdaya. Sampai akhirnya mereka semua di usir dan pergi meninggalkan Andalusia.
Andalusia menangis dan berpamitan untuk pergi entah berapa lama.
Ya Allah sengerakanlah datangnya pertolongan-Mu.
Dengan kembali tegaknya Khilafah Rasyidah yang engkau janjikan.
Yang akan kembali menyatukan umat muslim seluruh dunia.
Sumber : Cordova Media