Oleh: Dewi Puspita Sari, MT
(Pengamat Kebijakan Publik)
Zionis masih terus berulah dengan menargetkan anak-anak Gaza sebagai sasaran serangan meski ditengah genjatan sekalipun. Laporan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) menyatakan bahwa Zionis sengaja menargetkan serangan terhadap anak Gaza membunuh tanpa ampun. Banyak yang mengalami luka fisik hingga cacat sekaligus mengalami trauma psikologis yang berat.
Bukti menunjukkan bahwa sekitar 30% dari seluruh korban tewas dalam serangan Israel di Gaza adalah anak-anak, menurut komisi penyelidik PBB. Sedikitnya 73.035 orang telah tewas di Gaza, termasuk lebih dari 21.280 anak-anak. Laporan Komisi Penyelidik PBB menyebut Israel secara langsung menargetkan anak-anak Palestina di Gaza dengan menembak organ vital mereka menggunakan senjata presisi, seperti drone quadcopter dan penembak jitu, serta menggunakan senjata berdaya ledak tinggi dalam serangan terhadap bangunan perumahan, sekolah, dan kamp pengungsian yang dipenuhi anak-anak.
Israel harus bertanggung jawab karena gagal melindungi anak-anak Palestina hingga menjadi sasaran tentara Israel. Anak-anak di Gaza dan Tepi Barat, terutama remaja laki-laki ditangkap, disiksa, dan diperlakukan buruk di penjara.
Komisi penyelidik PBB menyatakan telah mendokumentasikan insiden kekerasan seksual dan berbasis gender yang menargetkan anak-anak Palestina (BBC News Indonesia, 24-06-26).
Kebiadaban yang Harus Dihentikan
Masa depan anak Gaza terancam akibat genosida Zionis yang tak henti menghabisi bahkan merusak tubuh mereka dengan senjata pemusnah biologis yang mematikan. Zionis melakukan segala cara (termasuk membunuh anak-anak) demi meraih tujuan mereka, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israel raya. Mereka tidak peduli gencatan senjata dan kecaman lembaga PBB, genosida terus mereka lakukan. Tak ada yang mereka takuti, dunia bungkam, ada beberapa negara mengecam, hak veto atas penjajah mudah melemahkan sanksi dunia atas mereka.
Palestina tidak bisa lagi berharap negara-negara saat ini yang notabene boneka bentukan penjajah, apalagi Zionis melunak dengan solusi parsial tawaran penjajah. Seperti dengan pergantian Perdana Menteri Israel, solusi dua negara, genjatan senjata maupun pada PBB yang terbukti gagal dengan banyaknya resolusi buntu yang menguntungkan penjajah, apalagi pada dunia Islam yang bersekutu pada AS dan Zionis karena paham nasionalisme dan politik kapitalistik.
Saatnya dunia sadar, umat butuh kepemimpinan hakiki yang melindungi, bukan sekedar kekuasaan duniawi yang akhirnya menghancurkan rakyatnya sendiri. Dunia harus melihat sejarah bagaimana penindasan kepemimpinan kapitalis dan komunis yang telah gagal melindungi, memanusiakan, bahkan menghabisi rakyatnya sendiri selama puluhan tahun. Hal ini yang terjadi saat ini di Palestina, ketika kepemimpinan berada ditangan penjajah dan dunia diam terhadap kebiadaban Zionis dan sekutunya, dan ironinya malah mencari solusi pada penjajah itu sendiri.
Khilafah Solusi Fundamental
Satu-satunya harapan pembebasan Palestina hanya ada pada Khilafah. Dengan landasan ideologi Islam yang cemerlang mampu mengalahkan peradaban kapitalis dan komunis yang menyengsarakan. Khilafah adalah satu-satunya institusi politik Islam yang akan melakukan jihad fisabilillah untuk mengalahkan Zionis dan membebaskan Palestina.
Khilafah mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina, baik terhadap jiwa, kesehatan fisik, mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka. Karena Khilafah akan menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin yang menerangi dunia dengan keadilannya yang berasal dari Pencipta semesta alam Allah Subhana wata'ala.
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
Rasulullah saw telah mewarisi kepada para sabahatnya dan keturunannya agar menjaga kemuliaan Islam dengan penerapan syariat Islam dalam naungan Khilafah.
اْلإِسْلاَمُ يَعْلُوْ وَلاَ يُعْلَى.
“Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.”
Para sejarawan bahkan orientalis jujur mengakui kehebatan Khilafah ketika memimpin dunia. Tak sedikit negara-negara kafir yang meminta bantuan dan perlindungan kepada Khilafah disaat negara-negara Eropa dalam masa kegelapan. Khilafah Islam hadir sebagai penyelamat, karena ciri khasnya yang sesuai fitrah, memuaskan akal dan menentramkan hati, sehingga mampu mewujud sebagai aturan menyeluruh, sempurna dan berlaku kapanpun dimanapun.
Khilafah adalah qadhiyah masiriyah umat yang harus diperjuangkan penegakannya. Perkara fundamental dan mendesak, bahkan para sahabat memberi batas waktu kekosongan Khilafah hanya boleh tiga hari. Tanpa Khilafah saat ini umat seperti mayat hidup yang kehilangan jati dirinya. Khilafah adalah Tajul Furudz: mahkota kewajiban yang dengannya akan tegak syariat Allah yang lain, karena Khilafah adalah qaidah (landasan) dan qiyadah (kepemimpinan). Wallahu a'lam
Tags
Opini