Oleh : Mawaddah Sopie
Hasil penemuan dari komisi penyelidikan di PBB. Otoritas dan pasukan keamanan Israel secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina selama perang di Gaza .(Kompas.id.26/06/2026)
Tahun berganti tahun, sudah memasuki pertengahan 2026. Belum juga Palestina merdeka. Laporan lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa, mengungkapkan bahwa zionis Israel sengaja menargetkan serangan terhadap anak Gaza. Akibatnya hingga lebih dari seribu anak syahid sejak Oktober 2023. Setiap hari Zionis membunuh satu persatu anak Gaza.
Korban anak-anak yang mengalami luka fisikpun banyak. Bahkan ada banyak anak yang cacat sekaligus mengalami trauma psikologis yang berat. Dalam hal ini, Masa depan anak Gazapun terancam. Selain terindikasi kepunahan dari segi kuantitas, juga secara kualitas mereka terhambat memperoleh ilmu dan pendidikan.
Semua itu mereka lakukan dalam rangka menghabisi kaum muslim Palestina. Memutus keberlangsungan para pejuang Islam.
Berbagai cara mereka lakukan yakni dengan melakukan pembunuh pada anak-anak demi meraih tujuan pokok mereka yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israell raya. Tanpa memperdulikan gencatan senjata dan kecaman lembaga PBB, mereka terus melakukan genosida terhadap Palestina.
Tidak terbebaskannya Palestina hingga saat ini. Tidak lain karena kaum muslimin belum bersatu dalam satu naungan aturan. Padahal jelas faktanya sampai hari kiamatpun, Dunia tidak akan bisa berharap pada zionis,
maupun PBB yang terbukti gagal dengan puluhan resolusinya. Apalagi pada dunia Islam yang makin merapat pada Amerika Serikat. Begitupun berharap pada setiap kepala negara negri kaum muslim. Karena mereka mengusung paham nasionalisme dan politik kapitalis sekuler.
Satu-satunya harapan besar demi membebaskan Palestina adalah pada penerapan syariat Islam. Karena dengan tegaknya hukum -hukum Alloh SWT anjuran untuk melakukan jihad fisabilillah terwujud. Demi mengalahkan zionis Israel dan membebaskan Palestina dari penjajahan.
Saat aturan Islam tegak, perlindungan terhadap anak-anak Palestina juga terwujud. baik terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka. InshaAlloh.
Tags
Opini