PHK Massal Buah Logis Kapitalisme





Oleh : Arsy
(Aktivis dakwah)


Konflik global menyebabkan banyak masalah termasuk ancaman PHK di beberapa perusahaan termasuk akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS, kenaikan biaya produksi juga mempengaruhi dunia usaha. Salah satu kasus PHK yang terbaru terjadi di sebuah perusahaan manufaktur di Depok, Jawa Barat PT Xacti Indonesia sehingga 350 buruh pabrik harus dirumahkan.

Di kutip dari CNBC Indonesia Said Iqbal dalam konferensi pers mengatakan " Benar telah terjadi PHK sekitar 350 karyawan di PT Xacti Indonesia, yang berlokasi di Depok Jawa Barat. 350 telah di PHK dan perusahaan total tutup operasional," (Cnbcindonesia.com, 25/05/2026)


Pandangan Kapitalisme

Ancaman PHK menyebabkan bertambah panjang daftar persaingan dalam mencari lapangan pekerjaan, bahkan satu lowongan pekerjaan bisa di isi ribuan orang. Apalagi setiap tahun banyak lulusan sekolah yang membutuhkan pekerjaan tetapi untuk mendapatkan pekerjaan perusahaan menuntut dengan berbagai persyaratan yang tidak masuk akal seperti pembatasan usia sedangkan juga harus memiliki pengalaman di bidangnya.

Di dalam sistem kapitalisme buruh hanya sebagai komoditas sehingga PHK buruh menjadi buah logis ketika ada permasalahan di dalam perusahaan apalagi seperti saat ini melemahkan rupiah terhadap dolar bahkan hingga Rp. 18.000,00 sehingga barang-barang ikut naik, dengan alasan efisiensi biaya sehingga harus merumahkan banyak pekerja.

Sistem kapitalisme menempatkan kekuasaan kepada segelintir pemilik modal sehingga lapangan pekerjaan menjadi terbatas bukan karena terbatasnya lapangan pekerjaan tetapi justru lapangan pekerjaan akan di buka jika ada keuntungan bagi pemilik modal.

Negara dalam kapitalisme hanya menjaga kepentingan pemilik modal atau para kapital karena para kapital adalah orang yang paling berjasa di dalam mencari kekuasaan sehingga ketika mereka berkuasa maka mereka harus "berbakti" dan ketika gelombang PHK melanda, negara kapitalis hanya memberikan jaring pengaman sosial yang bukan menyelesaikan masalah tetapi hanya proyek tambal sulam, seperti diadakannya BPJS, dana bantuan sembako, dana bantuan tunai, beasiswa dan lain-lain.


Pandangan Islam dan solusinya

Di dalam sistem Islam negara adalah raain (pengurus) yaitu mengurusi urusan umat. Negara di dalam sistem Islam menjamin kesejahteraan umatnya sehingga negara mempunyai tanggungjawab atas umatnya, negara mempunyai kewajiban untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pencari nafkah.

Sistem ekonomi Islam tidak tergantung kepada para pemilik modal tetapi sistem ekonomi Islam  bergantung kepada syari'at Islam seperti harta tidak boleh berputar di antara orang kaya saja tetapi harus adil untuk semua umat. Tidak boleh ada proyek hutang riba.

Di dalam sistem Islam ada Baitul maal atau lembaga pendanaan umat yaitu lembaga yang mengurusi dana umat, dari umat dan di gunakan untuk kemaslahatan umat. Dana Baitul maal berasal dari zakat, jizyah, kharaj, qonimah, Fa'i. Dana Baitul maal di gunakan untuk kemaslahatan umat misal ada umat yang membutuhkan modal untuk usaha, maka Baitul maal akan memberikan modal atau memberikan hutang tanpa ada bunga riba. Jika ada pencari nafkah yang tidak punya bakat maka negara akan menyediakan penyuluhan atau kursus-kursus.

Sistem Islam membangun struktur kepemilikan yang mencegah monopoli dan ketimpangan.  Sistem Islam mengatur kepemilikan menjadi 3 yaitu kepemilikan umum, kepemilikan individu dan kepemilikan negara. 

Rasulullah SAW bersabda "Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara air, padang rumput dan api ". (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah). Kepemilikan umum adalah harta atau sumber daya yang di peruntukkan bagi seluruh umat dan tidak boleh di kuasai oleh individu atau swasta. Harta kepemilikan umum di kelola oleh negara dan hasilnya diperuntukkan untuk kemaslahatan umat, seperti untuk biaya pendidikan, kesehatan, keamanan juga penyediaan lapangan pekerjaan. Distribusi kepemilikan yang adil akan menciptakan ekosistem ekonomi yang luas dan beragam.

Baitul maal hadir sebagai jaminan nyata kemaslahatan umat, sehingga negara Islam akan menjamin penyediaan pelayanan kesehatan, pendidikan dan keamanan dengan biaya yang murah atau bahkan gratis. Sehingga para lelaki pencari nafkah hanya berfokus bekerja untuk memberi nafkah keluarganya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak