Oleh : Ummu Hilal el-Rumi
Lagi. Korupsi menjadi tagline utama pemberitaan nasional akhir-akhir ini. Terungkapnya kasus korupsi kelas kakap para pejabat BGN yang merugikan rakyat trilyunan rupiah karena dana MBG diambil dari anggaran kementrian yang disunat yang notabene berasal dari pajak rakyat. Program yang sangat dipaksakan ini menjadi bulan-bulanan netizen dan para pengamat politik dan ekonomi yang menilai bahwa program ini tidak layak untuk dilanjutkan. Program yang hanya semakin memperkaya pihak oligarki di lingkaran pejabat istana. Sampai banyak bermunculan satire dan lagu-lagu yang menyindir MBG dengan singkatan Maling Berkedok Gizi.
Bagaimana tidak, banyak anggaran yang tidak masuk akal yang digelontorkan oleh pihak BGN dengan alasan untuk mendukung kinerja karyawan MBG. Pengadaan kaos kaki dan motor listrik yang mencapai milyaran rupiah, dan jual beli titik SPPG hingga ratusan juta rupiah semakin menambah runyam kasus ini.
Selain kasus korupsi MBG, kasus korupsi dengan delik pemerasan oleh wakil menteri imigrasi tak lepas dari sorotan.
Dan berita yang terupdate adalah kenaikan BBM yang secara tiba-tiba yang menimbulkan gejolak luar biasa baik dari kalangan masyarakat maupun mahasiswa.
Gelombang protes dan demonstrasi dari kalangan mahasiswa yang menuntut penurunan harga BBM diliputi ketegangan dengan aparat keamanan.
Belum lagi nilai rupiah yang anjlok terhadap dollar AS yang akan berpengaruh terhadap naiknya harga barang kebutuhan sehari-hari. Otomatis, semakin tercekiklah kehidupan rakyat Indonesia masa pemerintahan sekarang ini dengan penghasilan yang belum tentu sejalan dengan kebutuhan hidup.
Kalau dianalisis, krisis multidimensional terjadi di negeri ini karena diatur oleh sistem hidup yang salah. Sistem kapitalisme yang mementingkan materi semata sehingga menyebabkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpinggirkan. Tata kelola negara yang salah yang tidak berdasarkan hukum Islam menjadikan negeri ini jauh dari berkah dan sejahtera rakyatnya krn penguasa yang serakah dan berkiblat pada sistem yang nyata-nyata rusak dan cacat dari lahirnya.
Saatnya kita beralih kepada sistem yang berasal dari sang Pencipta alam, Allah SWT yang sudah pasti akan membawa keberkahan dan kebaikan baik di dunia maupun akhirat yang pernah dicontohkan oleh Baginda Rasullulah Saw. dan dilanjutkan oleh para khalifah yang telah menorehkan tinta emas sejarah kepemimpinan islam yang gemilang di bawah panji La ilaaha illallah Muhammad Rasulullah yang mampu memimpin dunia selama belasan abad hingga menaungi dua pertiga dunia.
Wallahu a'lam bisshowab.