Angka Kematian Ibu di Indonesia Memprihatinkan

Oleh Atin Noer

Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), angka kematian ibu (AKI) di Indonesia sangat memprihatinkan. Hal ini disampaikan Ketua Umum POGI Prof.Dr.dr.Budi Wiweko dalam peringatan Hari Kartini di rumah POGI, Pegangsaan, Menteng, Jakarta pada Selasa(21/4/2026). Seperti pernah terjadi di Jayapura, Papua, yang menyimpan duka yang mendalam bagi dunia kesehatan. Yaitu tragedi ibu hamil yang meninggal pada akhir 2025 dalam perjalanan untuk melahirkan anaknya.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, kondisi ini ironis karena jumlah dokter kandungan di Indonesia melebihi kebutuhan nasional. Kebanyakan dokter kandungan terkonsentrasi di kota-kota besar, sedangkan di daerah apalagi daerah tertinggal seperti Papua, jumlahnya sangat minim. Ini karena tingkat kesejahteraan dan fasilitas di daerah dan daerah tertinggal jauh jika dibandingkan dengan di kota. Upaya pemerataan dokter kandungan, misalnya dengan program WKDS, saat ini tidak bisa dilakukan karena dianggap melanggar HAM.

Angka Kematian Ibu tinggi ini menunjukan negara telah gagal melindungi nyawa ibu. Ini berdampak pada kelangsungan hidup anak. Kesehatan dalam kapitalisme hanya dianggap komoditas sehingga dipenuhi untuk tujuan materi (keuntungan) bukan untuk pelayanan rakyat. Kapitalisme hanya peduli pada tenaga kesehatan, tetapi abai dalam distribusinya sehingga tidak menyelesaikan masalah. Negara hanya sebagai regulator, bukan pengurus rakyat. Distribusi dokter kandungan menjadi salah satu penyebab tinggi Angka Kematian Ibu. Namun, sebenarnya persoalannya sistemis 
yaitu terkait jaminan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan infrastruktur kesehatan (ketersediaan faskes, dokter, rumah sakit, perawat, bidan dll).

Dalam pandangan Islam kesehatan 
adalah kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Negara menyediakan fasilitas kesehatan, infrastruktur dan nakes dalam jumlah cukup dan terdistribusi secara merata. Tidak boleh ada daerah yang kekurangan layanan kesehatan. Negara juga membangun infrastruktur seperti jalan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Negara membiayai sektor kesehatan dari 
baitulmal sehingga tersedia gratis. Hanya dalam Khilafah yang dapat menjamin kesejahteraan dan kesehatan bagi rakyatnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak