Zionis Israel kembali meluncurkan serangan udara ke wilayah jalur Gaza Palestina pada Jumat 8 mei 2026 waktu setempat. Akibat serangan tersebut semua bangunan dan tempat tinggal warga hancur dan beberapa warga sipil termasuk anak-anak mengalami luka-luka. Para warga mengatakan kekecewaannya terhadap tindakan Israel karena pengeboman tersebut dilakukan di tengah periode gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Dehumanisasi muslim Palestina oleh Zionisme sangat mengerikan, menimpa tidak hanya yang hidup, tapi juga yang sudah mati orang dibunuh termasuk anak-anak, yang sudah mati jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri bahkan harus dibongkar lagi dan di pindahkan.
Wilayah yang dikuasai Zionisme semakin meluas, mereka juga menyiapkan serangan baru untuk memperluas wilayah pendudukan. Gaza menjadi tempat yang paling mematikan bagi jurnalis lebih dari 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023, jumlah masyarakat yang menjadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 orang yang tewas dan 172.535 orang yang luka-luka, banyak anak anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat perang.
Kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan antara Zionisme dan Palestina sering kali dilanggar oleh Zionisme. Mereka tidak mempedulikan gencatan senjata tersebut bahkan tetep melakukan penyerangan terhadap Gaza dengan dukungan politik militer dan keuangan dari Amerika Serikat untuk memperluas wilayah pendudukannya terhadap negeri Palestina dan upaya dari Zionisme melakukan genosida warga Palestina hingga jumlah korban semakin banyak termasuk wanita dan anak-anak. Untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan Zionis pada dunia dan menargetkan pembunuhan para jurnalis untuk menghilangkan jejak kejahatan Zionis dari pandangan dunia.
Para penguasa negeri muslim hanya mampu mengecam tindakan laknat Zionis, tidak bereaksi sedikitpun untuk membela kepentingan saudara muslim kita di Palestina. Mereka hanya berdiam diri melihat pendudukan Gaza Palestina. Keberadaan entitas Zionis seharusnya dihapuskan dari muka bumi ini. Upaya Zionis melakukan dehumanisasi muslim Palestina semakin hari semakin mengerikan tidak ada sedikit pun rasa kemanusiaan di hati mereka saat melakukan pembantaian penduduk Gaza Palestina.
Penguasa negeri muslim yang lebih dari 50 negeri tidak tergerak untuk melakukan jihad fisabilillah membebaskan Palestina karena mereka terbelenggu oleh sekat nasionalisme yang membentengi kaum muslimin yang telah mengikis rasa ukhuwah islamiyah dalam menjaga persatuan umat Islam dalam membela saudara muslim lainnya.
Palestina harus dibebaskan dengan cara penguatan ukhuwah islamiyah yang hakiki berupa persatuan kaum muslim sedunia untuk mengirimkan tentaranya berjihad membebaskan Palestina. Ukhuwah ini akan terwujud dengan adanya kekhalifahan yang merupakan institusi pemersatu umat. Ibaratkan satu tubuh jika umat muslim di negeri lain merasakan sakit maka umat muslim dibelahan bumi lain akan merasakan sakit pulang. Rasa empati dan peduli yang tumbuh karena dasar keimanan yang akan menguatkan kaum muslimin dalam melawan penjajahan Zionis di Palestina.
Khilafah akan menghentikan pendudukan genosida Zionis terhadap pendudukan Palestine dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya sekaligus meriayah warga Palestina agar bisa hidup mulia sebagai insan yang dimuliakan Allah, bukan sebaliknya membiarkan terjadinya dehumanisasi warga Palestina. Khilafah akan melakukan penjagaan terhadap jiwa kaum muslimin sebagai bentuk tanggung jawab mengurus rakyatnya .
Untuk mencegah dehumanisasi tersebut maka umat Islam saat ini wajib menegakkan khilafah. Keberadaan khilafah akan mengerahkan kekuatan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad fisabilillah membebaskan Palestina dan menghilangkan penjajahan entitas Zionis dari negeri Palestina. Jika kekuatan militer di dunia bisa bersatu dan seluruh penguasa negeri muslim tidak dibatasi oleh sekat nasionalisme akan membantu menghilangkan penderitaan Palestina dan penjajahan Zionis di muka bumi ini.
Penulis
Heli Setiyawati
Tags
Opini