TUBUHMU, MAKANANMU, DAN SISTEM YANG MENAUNGIMU




                        Ummu Aqeela

Sejumlah makanan sehari-hari diketahui banyak terkontaminasi oleh mikroplastik.
Mikroplastik merupakan fragmen plastik yang sangat kecil, biasanya berasal dari pakaian sintetis, limbah industri, hingga degradasi sampah plastik di lingkungan. Ketika tertelan, partikel ini dapat menempel di dinding usus, menyebabkan peradangan, serta berpotensi melemahkan sistem imun. Karena sifatnya yang mudah berpindah, mikroplastik kini ditemukan dalam rantai makanan global.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research, para peneliti mengamati lebih dari 12 protein yang umum dikonsumsi, termasuk daging sapi, udang yang dilapisi tepung roti dan jenis udang lainnya, dada ayam dan nugget, daging babi, makanan laut, tahu, dan beberapa alternatif daging nabati, seperti nugget, remah-remah nabati yang mirip dengan daging sapi giling, dan stik ikan nabati. Para peneliti menemukan hampir 90% protein yang diteliti mengandung mikroplastik.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Agustus 2020 yang dipublikasikan di Environmental Science ada sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur. Apel dan wortel merupakan buah dan sayur yang paling terkontaminasi, dengan lebih dari 100.000 mikroplastik per gram. (CNBC Indonesia, 13 Januari 2026)

Miris bukan, padahal sangat penting untuk menjadikan apa yang masuk kedalam tubuh kita adalah sesuatu yang baik, apalagi sebagai orang muslim haruslah memenuhi syarat yaitu halal dan thoyyib. Namun dari fakta diatas ini menjadi tugas yang berat, karena makanan yang kita anggap sehat justru mengandung zat yang berbahaya. Sungguh, bertubi-tubi hantaman yang diterima masyarakat dimana ekonomi susah ditambah beban harus berobat kerumah sakit karena produk makanan yang tidak bisa memberi harapan baik agar hidup bisa sehat dan sesuai tuntunan agama.

Dalam surat Albaqarah ayat 168, Allah mengajarkan kepada kita umat Islam hanya minum dan minum halal dan thoyyib " Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Kita sepakat bahwa saat ini dunia dilanda kesempitan berpikir, pemahaman materi diatas segalanya sudah menjadi tujuan utama tanpa melihat kebaikan apalagi aturan agama. Bahkan mencari produk halal sekaligus thoyyib makin kesini makin susah, semua bercampur dengan kandungan yang tidak jelas didalamnya. Tak sedikit pula masyarakat yang terkena dampak dari produk yang hanya mengejar keuntungan belaka, merusak fisik bahkan sampai kehilangan nyawa.

Bagi kaum muslim, jaminan halal dan thoyyib untuk makanan dan minuman sangat penting. Halal tidaknya makanan dan minuman tersebut menjadi penentu diterimanya amal seseorang oleh Allah Ta’ala dan ketoyyiban akan mampu menjaga kesehatan. Namun, mengapa saat ini masyarakat masih susah mendapatkan makanan halal dan thoyyib. Yang ada suguhan banyak produk yang diragukan kehalalan serta kebaikan bagi tubuh, karena banyak mengandung penambah rasa, pengawet, pewarna makanan dan zat berbahaya lainnya.
 
Lahirnya berbagai masalah ini karena adanya jaminan kebebasan, baik itu kebebasan kepemilikan atau bertingkah laku. Semua pengusaha dibebaskan mengelola makanan, minuman ataupun bahan apa saja, yang penting murah dan lebih menguntungkan. Tidak peduli entah bahannya halal atau haram, baik atau tidaknya bagi tubuh. Masalah ini makin rumit ketika negara tidak hadir memberikan jaminan.

Islam sebagai agama yang sempurna akan selalu memperhatikan hal-hal penting, salah satunya adalah jaminan makanan halal dan Thoyyib. Sistem pemerintahan Khilafah akan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, termasuk memastikan semua makanan yang dikonsumsi masyarakat adalah halal dan thoyyib
 
Dalam sistem ekonomi, Islam membolehkan setiap masyarakat melakukan produksi dan jual beli. Namun, melarang proses itu jika berasal dari bahan haram dan lebih jauh lagi melihat sejauh mana kebaikan bagi tubuh. Sistem sanksi Islam juga bersifat tegas. Para Qadi akan menghukum siapa pun yang melanggar. Sungguh Islam kaffah tidak hanya menjaga keimanan kita namun juga apa-apa yang masuk dalam tubuh kita.
 
Wallahu’alam bish-showab.
 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak