Oleh: Twinsrose
Saat Ramadan kemarin menyapa, ternyata tidak menyurutkan sedikitpun warga Palestina dalam berjuang. Hal tersebut mendorong mereka untuk melakukan berbagai cara. Sebagai upaya menentang kehadiran Israel, Hamas mendorong seluruh warga Palestina untuk memaksimalkan ibadah selama Ramadan di Masjid Al-Aqsa.
Hamas mengimbau agar umat muslim memanfaatkan momen bulan ramadan untuk meningkatkan ibadah, dan melakukan perlawanan terhadap pihak yang dianggap musuh, dan pendatang ilegal. Serta mempertahankan Yerusalem dan Masjid Al Aqsa, hingga terbebas dari pendudukan.
(nomorsatu.kaltim.1/03) 2025)
Masjid Al-Aqsa, yang terletak di kompleks Haram Al Sharif di Kota Tua Yerusalem, memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Sejarah mencatat bahwa masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam.
Perubahan status wilayah masjid Al-Aqsa, dari wilayah Palestina menjadi bagian dari Yerusalem akibat pendudukan Israel, adalah isu yang tidak pernah selesai. Perubahan status wilayah ini memperumit upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.
Perebutan wilayah Palestina oleh Israel yang tidak akan ada habisnya, meskipun sudah dilakukan gencatan senjata pada tanggal 19 Januari 2025. Namun pada kenyataannya gencatan senjata itu tidak lama.
Pada hari ke 18 Ramadan Israel memutuskan gencatan senjata. Sehingga Gaza kembali diserang oleh Israel dengan melakukan penyerangan di seluruh area Ghazzah. Dalam penyerangan tersebut terdapat 232 warga Ghaza yang syahid termasuk anak-anak kecil dan bayi.
Atas kejadian ini, tidak ada satupun negara dengan mayoritas muslim yang membantu untuk menyelesaikan permasalahan Israel dengan Palestina. Hanya bisa menyaksikan dan mendoakan. Tidak adanya kesatuan umat muslim yang utuh sehingga peperangan Palestina dengan Israel tidak bisa diselesaikan oleh satu negara pun, sekalipun negara terdekat yaitu Arab Saudi.
Menurut Edward Said Cendekiawan Palestina-Amerika yang dikenal karena kritiknya terhadap orientalisme dan dukungannya terhadap hak-hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Ia mengecam pendudukan Israel dan memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.
Walaupun zionis Yahudi Israel terus melakukan serangan dengan senjatanya yang begitu lengkap dan didukung oleh komandannya, yaitu AS, ingatlah bahwa Allah Taala selalu bersama orang-orang yang sabar. Allah Taala berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 153).
Dan dijelaskan pula dalam Hadits Wahai Ibnu Hawalah, " jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi Al-Maqdis (Baitul Maqdis, Palestina), maka itu pertanda telah dekatnya berbagai goncangan, kegundah-gulanaan, dan peristiwa-peristiwa besar” (HR Abdullah bin Hawalah Al-Azdi)
Mengingat keterbatasan peran PBB, Liga Arab, OKI, dan negara-negara Barat dalam konflik Palestina, pembebasan wilayah di Palestina sangat bergantung pada aksi nyata umat Islam diseluruh dunia. Semangat 'hidup mulia atau mati syahid' harus menjadi pendorong perjuangan umat Islam islam.
Solusi yang tepat atas persoalan Palestina adalah tegaknya Islam di muka bumi ini dalam bingkai Khilafah. Hanya Khilafahlah yang terbukti dalam sejarah telah melindungi tanah Palestina dari penjajahan. Hanya Khilafah yang mampu mengirimkan seluruh pasukannya dalam jumlah besar dengan dibekali senjata yang lengkap untuk mengusir para zionis Yahudi dari tanah Palestina dan membebaskan umat Islam Palestina. Khilafah akan berlepas diri dari kesepakatan internasional yang merugikan seluruh umat Islam.
Persatuan umat islam diseluruh dunia harus terus kita gencarkan baik aksi offline, maupun melalui media dakwah online. Agar seluruh muslim dunia melek atas rasa sakit yang diderita oleh warga palestina dan menjadi 1 untuk menyuarakan atas kesatuan Umat islam diseluruh dunia dalam membebaskan warga palestina. wallohualam bissowab.