Menggalang Kekuatan Global untuk Membebaskan Palestina



Oleh: Yeni Sri Wahyuni




Program Pangan Dunia PBB (WFP) telah memberikan peringatan mengenai semakin parahnya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Mereka menyebutkan bahwa sekitar dua juta orang, sebagian besar di antaranya adalah pengungsi, saat ini tidak memiliki sumber penghasilan dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan mereka. 
Menurut laporan dari The Peninsula pada Minggu, 20 April 2025, WFP menunjukkan kekhawatiran serius mengenai penurunan drastis cadangan makanan, dengan memberi peringatan bahwa Jalur Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan. WFP menegaskan bahwa kondisi kritis ini semakin buruk akibat penutupan perbatasan yang tengah dilakukan oleh Israel, yang menghalangi pengiriman kebutuhan pangan penting ke Jalur Gaza. (Metrotvnews.com, 20/04/2025)

Selain itu, warga Palestina mulai mengonsumsi daging kura-kura sebagai sumber protein untuk memenuhi kebutuhan mereka, akibat krisis pangan yang disebabkan oleh pengepungan dan tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel. Salah seorang penduduk Gaza, Majida Qanan, menyatakan bahwa anak-anak di Gaza perlu dibujuk untuk bersedia mengonsumsi daging kura-kura tersebut. (Cnnindonesia.com, 19/04/2025)

Kondisi kelaparan yang dialami oleh penduduk Gaza sebenarnya telah terjadi sebelumnya. Bencana ini bukan merupakan bencana alam, melainkan bencana buatan manusia. Serangan kejam yang terus menerus terhadap warga Palestina di Jalur Gaza menyebabkan banyak kerugian. Tindakan yang dilakukan oleh Israel merupakan bentuk penjajahan yang nyata, karena target mereka tidak hanya militer Palestina, tetapi juga mencakup warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.

Mereka melancarkan serangkaian serangan, dan bahkan berusaha menutup jalan-jalan yang digunakan sebagai saluran bantuan pangan. Semua itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menghancurkan rakyat Palestina. Israel dengan sengaja melancarkan serangan-serangan yang merusak industri makanan dan infrastruktur penyimpanan air di wilayah Gaza. Israel juga secara langsung memblokir masuknya bantuan pangan dari seluruh dunia ke wilayah Gaza.

Meskipun Palestina telah mengalami berbagai serangan selama bertahun-tahun, kenyataannya hal ini tidak mampu menyentuh hati nurani para pemimpin Muslim di berbagai negara. Para penguasa Arab dan pemimpin Muslim lainnya tetap sibuk beretorika dan hanya memberikan kecaman tanpa melakukan tindakan yang nyata. Bahkan seruan jihad serta permintaan untuk mengirimkan tentara yang disampaikan oleh para ulama di seluruh dunia pun akhirnya berlalu begitu saja. Para pemimpin Muslim di seluruh dunia sama sekali tidak menggubrisnya. Mereka sepertinya mempertimbangkan dengan seksama dampak yang akan mereka hadapi jika mereka memberikan bantuan kepada Gaza.

Masalah kelaparan dan konflik di Palestina muncul akibat terpeca-pecahnya umat Islam menjadi negara-negara kecil yang lemah. Negara dibatasi oleh paham nasionalisme, di mana kecintaan terhadap tanah air menyebabkan munculnya sikap egois dan kurang peka terhadap saudara yang berada di negara lain. Padahal Rasulullah saw. pernah bersabda "Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya". (HR. Bukhari dan Muslim)

Semua peristiwa yang terjadi seharusnya menjadi pengingat bahwa harapan untuk mengatasi masalah Gaza dan Palestina tidak tergantung pada para pemimpin Arab, Turki, Indonesia, dan negara-negara lainnya. Apalagi tergantung pada negara-negara superpower dan organisasi-organisasi internasional. Oleh karena itu, tidak cukup hanya meminta kepada pemimpin untuk membela Gaza dengan turun ke jalan. Umat perlu berusaha untuk mewujudkan kepemimpinan yang benar-benar berlandaskan Islam, yaitu seorang khalifah yang berperan sebagai pengatur dan pelindung bagi umat dengan menerapkan hukum-hukum Islam.
Khalifah juga tidak akan tunduk pada kekufuran, sebab Islam secara tegas melarangnya. Khalifah akan menggerakkan semua potensi yang ada, termasuk memimpin jihad, menggerakkan tentara dan peralatan militer untuk melindungi umat serta memberantas segala bentuk penindasan, termasuk membela umat Muslim di Gaza.

Dengan demikian, sudah saatnya seluruh umat Islam menyadari pentingnya persatuan dalam Islam dan bersatu untuk memperjuangkan ajaran Islam secara menyeluruh.
Wallahua'lam bishawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak