Oleh : Dian Yanuar
( Forum Literasi Muslimah Bogor )
Belum genap lima tahun program yang menjadi andalan pemerintah dalam kampanye pilpres nya yaitu akan memberi makan bergizi gratis untuk seluruh anak Indonesia kini banyak mengalami masalah. Seperti yang terjadi baru-baru ini salah satu sekolah SMA di Cianjur mengalami keracunan masal setelah menyantap MBG yang dibagikan oleh pihak sekolah, sejumlah 38 siswa mengalami pusing, mual, dan muntah-muntah (KompasTV, 22/04/2025).
Selain itu ribuan chef MBG yang mengaku belum dibayar, hingga ramai juga diperbincangkan bahwa salah satu dapur MBG di Jakarta terpaksa berhenti beroperasi karena yayasan pengelola MBG diduga belum membayar tunggakan senilai hampir Rp 1 miliar (Kompas.id 16/04/2025).
Di tengah masalah ekonomi yang sedang carut marut saat ini sangat tidak memungkinkan untuk melakukan program MBG, selain ekonomi negara yang krisis, apabila dilihat dari sisi geografis, letak geografis negeri ini sangat luas dan terdiri dari beberapa pulau, walau pun tetap dipaksa berjalan dikhawatirkan program ini dalam pendistribusiannya tidak bisa merata, yang ada malah dengan diberlakukannya program ini akan semakin membuka lebar kesempatan bagi para koruptor untuk menjalankan aksinya.
Seperti inilah solusi yang diberikan pada sistem saat ini. Bukan solusi yang benar dan tepat yang dapat menyelesaikan masalah sampai pada akarnya, akan tetapi hanya solusi praktis dan terkait masalah-masalah cabang saja. Sangat berbeda dengan sistem Islam. Islam akan memberikan solusi sampai kepada akarnya, sehingga masalah-masalah cabang pun akan dapat diselesaikan. Karena pemimpin di dalam Islam adalah benar-benar sebagai pelindung dan penjaga umat. Ketika akan membuat kebijakan atau program seorang pemimpin akan benar-benar mempertimbangkan terlebih dahulu baik dari sisi kepentingan atau pun dari sisi pendanaannya. Sehingga kebijakan atau program yang di buat akan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
Wallahualam bissawab