Oleh Annida K. Ummah
Setelah merayakan hari raya Idul Fitri dengan penuh duka, hingga kini Palestina masih menyeka air mata. Setelah seruan jihad untuk Palestina telah disuarakan ulama dunia, Palestina belum ada perubahan yang nyata. Bahkan kondisi rakyat Palestina masih dalam kenyataan pahit yang semakin getir. Dikutip dari CNN Indonesia (19/4/25), warga Palestina mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka imbas krisis makanan akibat pengepungan dan genosida yang dilakukan Israel.
Selain itu Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, dengan menyatakan bahwa setidaknya dua juta orang - yang sebagian besar mengungsi - saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun, dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka. (MetroTVNews, 20/4/25)
Di lain hari, Militer Israel telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina di seluruh Gaza sejak fajar pada hari Senin, dengan banyak korban jiwa dalam serangan terhadap kamp-kamp tenda untuk orang-orang terlantar. (Aljazeera, 21/4/25)
Demikian penderitaan kaum Muslim di Gaza, Palestina belum kunjung usai. Zi*n*s semakin brutal membombardir wilayah dengan mengabaikan kecaman dunia terhadapnya. Perbuatan Zi*n*s semakin di luar batas kemanusiaan. Meski demikian para pemimpin Muslim tetap pada kecaman, belum ada yang mengirimkan tentaranya dengan nyata meski fatwa jihad telah disampaikan ulama dunia.
Allah Subhanahu wata'ala, Tuhan semesta alam, telah memerintahkan umat Islam memberikan pertolongan kepada saudaranya sesama Muslim yang kesusahan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda bahwa umat Islam adalah satu tubuh. Sehingga dengannya menolong saudara Muslim Palestina adalah kewajiban. Mengusir penjajahnya adalah keharusan. Agar penjajahan tercerabut hingga akarnya.
Akan tetapi, sekat nasionalisme antar wilayah menjadikan umat Islam di dunia tidak benar-benar dapat bersatu. Sehingga jihad tidak dapat digerakkan. Untuk membebaskan penjajahan Palestina, negeri-negeri Muslim harus terbebas dari ikatan nasionalisme. Hingga jihad benar-benar tegak. Para tentara di negeri-negeri Muslim dapat dikirim dengan gagah ke Palestina untuk mengusir Zi*n*s.
Karenanya mencampakkan nasionalisme perlu dilakukan umat Islam. Agar persatuan umat Islam dipimpin oleh satu kepemimpinan global yaitu khilafah. Dengan adanya kepemimpinan global, maka seruan jihad bisa terealisasi. Pengiriman tentara ke Palestina bisa terwujud. Dan pembebasan Palestina bisa dimenangkan umat Islam.
Untuk tegaknya Khilafah Islam (kepemimpinan global) yang akan menyeru & menggerakkan umat Islam untuk berjihad mengirimkan tentaranya ke Palestina, harus ada jamaah dakwah ideologis yang fokus bergerak untuk tegaknya Khilafah. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ikhlas berjuang dengan kualitas terbaik. Mari menjadi bagian dari jamaah dakwah itu agar kepemimpinan global segera terwujud & Palestina dapat terbebas dari Zi*n*s. Wallahu a'lam bi ash showwab[]
Tags
Opini
