Harga Sayuran Anjlok Salah Siapa?


Oleh : Dian Yanuar
( Forum Literasi Muslimah Bogor )


Harga sayuran anjlok drastis usai momen Lebaran 2025 membuat sejumlah petani di Desa Suro Muncar, Kecamatan Ujan Mas, Kepahiang, Bengkulu merasa frustrasi. Mereka kemudian nekat membuang hasil panen mereka (Media Indonesia, 9/4/2025).

Aksi petani membuang hasil panennya bukan saja terjadi kali ini, akan tetapi sudah banyak para petani melakukan hal yang sama sebagai salah satu bentuk protes terhadap pemerintah ketika harga hasil panennya mengalami penurunan.

Tetapi sungguh sangat disayangkan solusi yang diberikan oleh pemerintah dalam sistem ini masih belum bisa menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh para petani. Alih-alih pemerintah hadir memberikan solusi untuk permasalahan tersebut yang ada malah pemerintah berencana akan membuka kran impor lebih besar lagi, ini akan semakin merugikan petani dan membuat kondisi mereka semakin terpuruk. Karena hasil pertanian mereka harus bersaing dengan barang impor, dan tidak dapat dipungkiri kualitas barang impor terkadang jauh lebih bagus dan harga yang lebih murah. 

Jelas kebijakan pemerintah dalam sistem saat ini adalah kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, melainkan kebijakan yang akan membuat para petani dan para UMKM yang memiliki modal kecil gulung tikar. Oleh karena itu butuhnya sistem yang dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami para petani tersebut sehingga aksi petani buang hasil panen tidak terulang kembali, para petani bisa hidup makmur dan sejahtera. 

Wallahualam bissawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak