Gempa Guncang Bogor; Musibah sebagai Bahan Muhasabah



Oleh : Azaera A.
 (Pelajar Kota Bogor)



Kamis malam (10/4), Kota Bogor dilanda gempa yang cukup besar. Dengan kekuatan 4,1 SR, gempa tersebut disertai dengan suara gemuruh dan dentuman. Hal tersebut sebagaimana yang dikemukakan oleh Daryono selaku Direktur Badan Metereorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ia menyebutkan jika gemuruh dan dentuman tersebut terjadi sebab gempa berada di titik yang dangkal. (Jakarta, CNN Indonesia)

Guncangan tersebut ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga Bogor, namun juga sebagian warga Depok. Diikuti dengan 4 kali gempa susulan, gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada sebagian besar rumah di wilayah Bogor Selatan hingga Bogor Utara. Mulai dari keretakan tembok sampai plafon rumah yang ambruk.

Timbulnya bencana alam, harus kita anggap sebagai suatu peringatan dari Yang Mahakuasa yakni Allah SWT untuk lebih memperhatikan sikap dan perilaku kita sehari-hari. Bencana yang terjadi, mungkin saja bermaksud agar kemaksiatan tidak lagi disepelekan, dan amal shaleh diprioritaskan.

Sebab apabila kemaksiatan tetap marak, bisa saja Allah SWT tidak segan-segan untuk menimpakan suatu bencana yang tidak bisa manusia perkiraan dan cegah. Naudzubillahi min dzalik. Sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran

"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (QS. Al Anfal [08]: 25).

Jadikanlah setiap kejadian yang kita alami sebagai tanda awal bagi diri untuk bermuhasabah. Semoga Allah lindungi diri kita dan seluruh keluarga dari azab yang datangnya seringkali tidak terduga. 

Wallahu a'lam bishshawwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak