Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Simpati yang Bisa Menyesatkan



Annasya Ursila




Pernyataan pemerintah Indonesia yang menyatakan siap mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia menimbulkan pertanyaan besar. Meski tampak seperti bantuan kemanusiaan, langkah ini justru bisa menjadi bagian dari rencana besar penjajah Zionis: mengosongkan Gaza dari rakyatnya agar lebih mudah menguasai wilayah itu.

Ini bukan hal baru. Sejak dulu, Zionis menggunakan strategi ‘pemindahan paksa’ untuk menguasai tanah Palestina. Kalau rakyat Gaza terus dipindahkan, lalu siapa yang akan tetap bertahan di tanah yang mereka perjuangkan? Seharusnya yang diusir adalah penjajah, bukan justru para korban perang.

Banyak yang curiga, evakuasi ini juga tidak lepas dari tekanan Amerika Serikat. Dalam situasi negosiasi dagang seperti tarif ekspor dan investasi, bisa jadi ini adalah bentuk “kerja sama” agar hubungan dengan negara Barat tetap lancar. Inilah yang terjadi ketika suatu negara bergantung pada kekuatan asing (mudah ditekan), meskipun harus mengorbankan kepedulian terhadap sesama muslim.

Sementara itu, umat Islam di seluruh dunia menyerukan jihad demi membela Gaza. Tapi, para pemimpin negara-negara muslim justru diam. Mereka terikat oleh batas nasionalisme sempit dan aturan internasional yang melarang terlibat dlam urusan luar negeri. Akibatnya, mereka tidak benar-benar membela saudara seiman yang sedang ditindas.

Umat Islam seharusnya menolak evakuasi ini dan mendorong para pemimpin muslim untuk mengirim bantuan militer ke Gaza. Palestina tidak butuh pengungsian, tapi pembebasan. Dan pembebasan itu hanya mungkin terjadi jika ada kekuatan Islam yang benar-benar bersatu, seperti Khilafah, yang siap memimpin perjuangan dan mengusir penjajah dari tanah para nabi.

Kebangkitan umat tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Diperlukan partai politik Islam yang sungguh-sungguh memperjuangkan jalan Islam secara menyeluruh. Khilafah bukan sekadar angan-angan, tapi kewajiban. Dan jihad bukan cuma slogan, tapi jalan nyata menuju pembebasan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak