Oleh: Julia Ummu Adiva Farras
Tak terasa memasuki 10 terakhir kedua di bulan ramadhan, bertepatan pada 16 Ramadhan lalu yakni dikenal dengan Nuzulul Qur'an yang diperingati setiap umat muslim di pelosok negeri hingga dunia dalam membangkitkan semangat dan spirit di bulan suci Ramadhan. Tentu ini menjadi hal yang sangat berarti bagi kaum muslimin. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa penting bagi umat Islam, dimana Allah menurunkan Wahyu berupa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan petunjuk bagi seluruh umat Islam didunia melalui Malaikat Jibril kemudian sampai kepada Rasulullah Saw. Peristiwa ini merupakan sejarah besar, tersebab dimulainya penyebaran Islam yang dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabat yang melalui banyak rintangan, pengorbanan dan perjuangan.
Jika melihat sejarah, Nuzulul Qur'an juga dikenal sebagai turunnya ayat Alquran secara berangsur-angsur, ayat pertama yang turun yaitu Surat Al-alaq ayat 1-5 di gua Hira, Jabal Nur, 17 Ramadhan Tahun ke 41 kelahiran Nabi Muhammad Saw, Al-Quran diturunkan di dua kota yakni Mekkah dan Madinah dengan mempertimbangkan latar belakang Sosio, kultural dan grafis masyarakat.
Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT:
وَقُرْءَانًا فَرَقْنَٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَٰهُ تَنزِيلًا
Artinya: "Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian" (TQS. Al-isra: 106)
Adapun keutamaan lainnya sebagai penguat hati Rasulullah Saw dan para sahabat dalam memperjuangkan dakwah dalam menyebarkan Islam kepada umat manusia di seluruh alam. Alqur'an menjadi pembeda Antara hak dan bathil serta menjadi petunjuk bagi umat muslim yang dengannya ketika diterapkannya Al-Qur'an tentu akan melahirkan peraturan kehidupan yang sempurna. Sebab pedoman hidup manusia bukan lahir dari buatan manusia tapi dari Sang Khalik dan Al-Mudabbir karna Allah lah yang menciptakan sekaligus Maha pengatur, maka Allah tentu lebih tahu. Berbeda dengan sistem saat ini yang diemban oleh negara, yakni sistem kufur kapitalisme yang berasas sekulerisme, yang menjadikan akal manusia sebagai standar dalam membuat peraturan. Padahal manusia adalah makhluk lemah, terbatas, yang nantinya akan berpotensi melahirkan peraturan yang cacat dan banyak pertentangan. Seharusnya manusia sadar bahwa dirinya diciptakan oleh Allah, sebagai seorang muslim tentu akan lebih sami'na wa atho'na karna itulah konsekuensi keimanan dan harusnya terwujud pada diri setiap muslim, apalagi jika ingin membangun sebuah peradaban manusia yang mulia. Maka asanya adalah Al-Qur'an. Umat harus menyadari kewajiban berpegang pada Al-Qur'an merupakan hal yang urgent, bukan hanya sekedar memperingatkan Nuzulul Qur'an saja tapi menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan secara nyata di tatanan negara, yang in syaa Allah di setiap lini kehidupan akan terpancar cahaya Islam bahkan di seluruh dunia.
Wallahu-a'lam bish-shawab[].
Tags
Opini
