Oleh : Nurfillah Rahayu
( Forum Literasi Muslimah Bogor)
Israel kembali membatasi ibadah umat Islam di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan 2025. Rezim Zionis bahkan sudah menyiapkan personel keamanan untuk menindak tegas para pelanggar. Tahun ini, Ramadhan di Palestina bertepatan dengan gencatan senjata yang rapuh di Gaza. Meski tidak ada aksi saling serang sementara waktu, pemerintah Israel kembali membuat aturan tegas soal akses ibadah di Masjidil Aqsa.
(sindonews.com/4 Maret 2025)
Seharusnya seluruh umat Islam bergembira pada saat bulan Ramadhan sebagaimana pada masa Rasulullah saw. Namun hari ini kaum muslim di Palestina tidak bisa leluasa beribadah di masjid al Aqsa karena pembatasan oleh tentara Zionis.
Zionis menerapkan pembatasan jamaah salat di kompleks masjid Al-Aqsa selama Ramadhan dengan dalih keamanan. Meski begitu, warga Palestina tetap menunjukkan antusiasme untuk shalat dan ifthar di Al Quds.
Fakta itu menunjukkan wilayah ini masih dalam penjajahan, karena keamanan kaum muslimin di tangan orang kafir bukan ditangan kaum Muslim.
Umat Islam Palestina tidak boleh gentar menghadapi kejahatan Zionis yang dibeking Amerika Serikat. Ramadhan semestinya digunakan untuk menguatkan azzam dalam perjuangan melenyapkan penjajahan.
Karena Ramadhan sebagai bulan perjuangan. Banyak peristiwa besar yang terjadi pada bulan suci. Pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijrah, Rasulullah saw pernah memimpin Perang Badar al-Kubra. Saat itu pasukan Islam yang berjumlah 313 prajurit melawan kafir Quraisy yang berjumlah 1000 prajurit.
Tak hanya itu pada bulan Ramadhan juga terjadi peristiwa penaklukan Kota Makkah atau Fath Makkah. Tepatnya terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 H yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw. Penaklukan Kota Thaif juga terjadi pada bulan suci Ramadhan di bawah Panji Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.
Dari sini jelaslah bahwa sudah saatnya umat Islam beraksi dalam satu komando. Karena umat Islam tidak boleh lagi berharap pada solusi Barat dan narasi-narasi sesat soal perdamaian.
Entitas zionis adalah muhariban fi'lan yang wajib dihadapi hanya dengan bahasa perang yang akan efektif dan solutif jika di bawah komando seorang khalifah.
Penegakkan kembali khilafah adalah qadliyah mashiriyah yang wajib menjadi agenda utama umat Islam.
Dibutuhkan dakwah yang dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis untuk membangun kesadaran umat akan wajibnya menegakkan khilafah dan berjuang bersama untuk mewujudkannya dan menyerukan jihad ke Palestina.
Dengan demikian penjajahan di atas dunia akan dihapuskan dan perdamaian di seluruh dunia akan tercipta.
Wallahua'lam Bishshawab
Tags
Opini
