Oleh : Nettyhera
Banyak orang bermimpi bisa hidup sejahtera di negeri sendiri tanpa harus pergi ke luar negeri. Namun, realitasnya berbeda. Harga kebutuhan pokok naik, gaji rendah, biaya pendidikan dan kesehatan mahal, sementara peluang usaha sulit. Akibatnya, banyak orang akhirnya berpikir, "Lebih baik pindah ke luar negeri!"
Mengapa Sejahtera di Negeri Sendiri Terasa Mustahil?
1. Ekonomi yang Tidak Berpihak pada Rakyat
Sistem kapitalisme membuat ekonomi hanya menguntungkan segelintir orang. Sumber daya alam dikuasai swasta, sementara rakyat harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup.
2. Pendidikan Mahal, tapi Tidak Menjamin Masa Depan.
Banyak yang mengeluarkan biaya besar untuk kuliah, tetapi setelah lulus sulit mendapatkan pekerjaan yang layak.
3. Lapangan Kerja Minim, Persaingan Tinggi
Setiap tahun, jutaan orang lulus dari universitas, tetapi lapangan kerja yang tersedia tidak cukup untuk menampung mereka.
Mewujudkan Kesejahteraan yang Nyata
Islam memiliki sistem yang menjamin kesejahteraan bagi setiap individu, antara lain:
1. Negara wajib menyediakan pekerjaan untuk setiap laki-laki baligh, bukan sekadar menyerahkan urusan ekonomi kepada mekanisme pasar.
2. Pendidikan gratis yang berkualitas, sehingga setiap warga negara bisa mengembangkan diri tanpa terbebani biaya mahal.
3. Sumber daya alam dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir elite atau perusahaan asing.
4. Distribusi kekayaan yang adil, sehingga tidak ada ketimpangan yang ekstrem antara si kaya dan si miskin.
Dengan sistem Islam, kesejahteraan bukan sekadar mimpi atau utopia, tetapi sesuatu yang bisa diwujudkan. Rakyat tidak perlu pergi ke negeri lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik, karena negaranya sendiri sudah memberikan kesejahteraan yang hakiki.
Maka, apakah kita akan terus berharap pada sistem yang gagal, atau mulai memperjuangkan perubahan yang nyata?
Tags
Opini