Oleh : Ummu Hilal el-Rumi
Penetapan PPN 12% yang akan diberlakukan pemerintah mulai awal tahun 2025 sangatlah memberatkan rakyat di tengah himpitan ekonomi yang semakin sulit. Dampak pandemi yang masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat, terutama masyarakat golongan menengah ke bawah yang penghasilannya semakin berkurang di tengah kebutuhan yang semakin banyak, sementara harga barang semakin naik. Banyak karyawan di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja membuat hidup semakin berat. Tidak jarang karena himpitan ekonomi, banyak keluarga yang akhirnya terpaksa berpisah, ada yang sampai bunuh diri karena tidak kuat menghadapi beban hidup, bahkan ada seorang ayah yang tega sampai kehilangan akal sehatnya dengan menjual anak kandungnya sendiri demi mendapatkan uang untuk menyambung hidup. Astaghfirullah.
Di mana peran negara?
Di mana para wakil rakyat yang katanya mereka ada untuk melayani rakyat? Apakah mereka tak melihat betapa nestapa rakyat yang sangat membutuhkan bantuan?
Sementara para pejabat negeri masih asyik dengan kursi barunya di pemerintahan. Mereka mendapatkan fasilitas yang mewah di tengah himpitan ekonomi rakyatnya. Padahal mereka digaji dari pajak yang diambil dari uang rakyat. Inilah ironi demokrasi. Sistem sekuler yang rusak buatan manusia.
Sekiranya, jika pemerintah mengelola sumber daya alam yang begitu melimpah yang dikaruniakan Allah dengan benar dan bijak maka tidak perlu memungut pajak dari rakyat yang sudah semakin terhimpit ekonominya. Tetapi, sumber daya alam yang melimpah ini malah diserahkan pengelolaannya kepada pihak asing atau diprivatisasi sehingga hanya segelintir orang yang merasakan hasilnya.
Sejatinya pemimpin dipilih oleh rakyat untuk mengurusi urusan rakyat, bukan untuk kepentingan golongan atau partainya. Mereka mengemban amanah yang berat untuk mensejahterakan rakyatnya dan memastikan tidak ada kezaliman yang dialami oleh rakyatnya.
Sistem hidup yang layak untuk diterapkan hanyalah sistem Islam yang berasal dari sang pencipta, Allah SWT, yang memahami apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya.
Sejarah telah membuktikan bahwa sistem pemerintahan Islam telah diterapkan dan bertahan selama kurang lebih 12 abad dan menguasai 2/3 dunia. Banyak ilmuwan muslim yang lahir di masa pemerintahan Islam dan kesejahteraan rakyat terjamin di bawah naungan kepemimpinan Islam.
Tags
Opini