Oleh : Epi Lisnawati, SP, MPd
Geger, seorang anak remaja usia 14 tahun tega membunuh ayah dan nenek serta menikam ibunya dengan senjata di rumahnya di wilayah Lebak Bulus 1 Cilandak Jakarta Selatan. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu, 30 November 2024, sekitar pukul 01.00 WIB. Dua orang tewas yaitu ayah APW (40) dan nenek RM (69) pelaku, sementara ibu pelaku berinisial AP (40) mengalami luka tusuk (detiknews.com, Jum’at 6 Desember 2024).
Peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak remaja terjadi juga di daerah Palembang. Tiga anak di bawah umur melakukan pembunuhan dan perkosaan terhadap seorang siswi SMP. Kondisi ini sangat miris dan memprihatinkan. Apa yang sedang terjadi pada generasi saat ini?
Saat kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak remaja marak terjadi, maka kasus tersebut menjadi problem sistemik bukan problem individu lagi. Maka penyelesaiannya tidak bisa hanya dengan memperbaiki individu semata tetapi juga harus melakukan perbaikan sistem kehidupan.
Banyak faktor penyebab anak bermasalah dengan hukum dan semuanya saling berkaitan. Jika ditelisik lebih jauh faktor penyebab utama sangat erat kaitannya dengan sistem kehidupan yang diterapkan saat ini yaitu sistem kapitalisme sekularisme.
Sistem kapitalis sekuler ini memisahkan agama dengan kehidupan dan mengagungkan kebebasan. Hal ini telah merusak fitrah manusia sehingga mengubah karakter masyarakat menjadi terbiasa dengan kekerasan atau kriminalitas. Kondisi ini merupakan buah dari kebijakan dan hukum yang lahir dari sistem kapitalisme demokrasi.
Sistem pendidikan sekuler melahirkan kurikulum pendidikan sekuler. Kurikulum pendidikan sekuler yang mengabaikan peran agama tentu tidak akan pernah mampu mencetak generasi beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Padahal hal ini merupakan dambaan setiap orang tua. Maka harapan orang tua memiliki anak yang beriman dan bertakwa jauh panggang daripada api mustahil akan terwujud.
Dalam sistem kapitalis sekuler juga negara tidak menjalankan fungsinya sebagai pengurus rakyat termasuk menyelenggarakan sistem pendidikan. Pendidikan tidak diposisikan sebagai layanan yang harus disediakan oleh negara dengan tujuan mulia yaitu membentuk kepribadian Islam dan menjaga kesehatan mental generasi.
Saat ini pendidikan diposisikan sebagai objek komersial sehingga membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk mengaksesnya. Output dari pendidikan pun hanya disiapkan untuk menjadi budak korporasi. Inilah gambaran sistem pendidikan dalam kapitalisme yang tidak membawa kemaslahatan untuk rakyat.
Generasi hari ini menjadi korban kelalaian negara yang seharusnya berperan sebagai pelayan rakyat. Pembentukan karakter generasi yang dilakukan oleh negara masih sangat jauh dari harapan. Maka dampaknya seperti yang terjadi hari ini, anak-anak usia belia sudah berani melakukan berbagai bentuk tindak kriminalitas. Kriminalitas yang dilakukan oleh anak sudah sering terjadi dan menjadi sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan.
Problem generasi yang terjadi hari ini sejatinya akan tuntas di bawah kepemimpinan Islam. Para pemimpin dalam Islam bertanggung jawab mengurus urusan rakyat karena mereka yakin bahwa semuanya akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat.
Kepemimpinan Islam yang bertanggung jawab melahirkan generasi cemerlang dan berkualitas menerapkan kurikulum berasaskan Islam dan juga seluruh sistem atau aturan kehidupan berdasarkan Islam. Allah telah menurunkan aturan yang sempurna untuk mengatur kehidupan manusia. Allah memerintahkan untuk menerapkan hukum-hukum Islam dalam semua aspek kehidupan.
Sebagaimana dalam firman QS Al-Maidah ayat 49 yang artinya “dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik". ( TQS Al Maidah ayat 49).
Kepemimpinan Islam akan membawa kemaslahatan untuk rakyatnya jauh dari kezaliman serta jauh dari kepemimpinan populis otoritarian yang mengaku didukung rakyat namun kenyataannya bersikap sewenang-wenang kepada rakyat dan hanya mengutamakan kepentingan sendiri dan kelompoknya.
Sistem kepemimpinan Islam juga akan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat, salah satunya yaitu pendidikan gratis, dan menerapkan kurikulum yang mencetak generasi beriman dan bertakwa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berjiwa pemimpin.
Sejarah panjang penerapan Islam telah membuktikan lahirnya banyak sosok ilmuwan yang menguasai ilmu agama dan optimal berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini tidak terlepas dari hadirnya penguasa yang memberikan perhatian dalam kemajuan ilmu demi peradaban Islam serta penerapan aturan kehidupan yang hanya bersumber dari Islam. Maka hanya sistem Islam yang akan melahirkan generasi mulia yang menghantarkan pada peradaban terbaik di masa yang akan datang.
Wallahu’alam Bissawab
Tags
Opini