Umat Islam, Niscaya Teraniaya Tanpa Junnah Mulia

Oleh: Yuke Octavianty
(Forum Literasi Muslimah Bogor)


Kaum muslim dunia seringkali diposisikan sebagai pihak yang lemah. Salah satunya yang dialami saudara-saudara muslim Rohingya di Myanmar, yang terlalu sering mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.
Dilaporkan, terdapat serangan drone yang ditujukan kepada warga Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar (voaindonesia.com, 10/8/2024). Serangan ini menewaskan puluhan orang, termasuk di dalamnya, keluarga dan anak-anak.

Beberapa video di media sosial menunjukkan banyaknya tumpukan mayat yang berserakan di tanah berlumpur. Koper dan ransel tersebar. Berdasarkan laporan, terdapat lebih dari 200 orang tewas. Mengenaskan.
Peristiwa ini terjadi saat para warga Rohingya hendak melarikan diri ke Bangladesh. Perahu yang membawa warga Rohingya pun tenggelam di Sungai Naf, akibat serangan tersebut.

Tidak cukup sampai di sini. Serangan terhadap kaum muslim pun masih terjadi pada penduduk Gaza. Setelah perang berkecamuk selama 300 hari, bukannya solusi yang didapat, justru serangan semakin ganas terhadap kaum Muslim Palestina. Amerika Serikat (AS) akan mengalirkan dana senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55,8 triliun guna meningkatkan kekuatan persenjataan dan peralatan militer Israel (republika.co.id, 11/8/2024). Alokasi dana ini pun telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Luar Negeri AS. Ketegangan di Timur Tengah pun menguat dan semakin mengkhawatirkan karena pernag yang berkepanjangan mengakibatkan perang di Gaza, menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan.


Ketiadaan Pelindung

Muslim Rohingya terus diburu dan dianiaya. Muslim Palestina pun kondisinya tidak jauh berbeda. Kaum muslim menjadi bulan-bulanan para penjajah bengis. Mereka hidup dalam kesulitan yang luar biasa. Parahnya lagi, negara-negara Barat terus membela dan mendukung negara zionis, yang jelas-jelas melakukan peperangan dan tindakan tidak manusiawi. Penjajah semakin liar tanpa kendali. Fakta ini menunjukkan terdapat standar ganda yang nyata. Umat yang mestinya terjaga keamanan dan kemuliaannya, terus terancam dalam kezaliman dan kehinaan.
Kaum muslim Rohingya, Palestina, dan seluruh kaum muslim yang tertindas di muka bumi, memerlukan bantuan secara nyata. Perjuangan keras mutlak diperlukan untuk mengusir para penjajah dari daerah kaum muslim. Tentara muslim yang kuat sangat dibutuhkan untuk membebaskan warga sipil dari berbagai beragam serangan penjajah.

Sayangnya, saat ini negeri muslim justru menghindar untuk mengirimkan bala bantuan tentara. Padahal penjajahan dan genosida terhadap kaum muslim oleh zionis Yahudi semestinya mengingatkan kembali kaum muslim dunia, termasuk penguasa muslim, akan kekuatan tentara Islam. Betapa penting perlindungan darah dan harta kaum muslim yang wajib dilakukan sesama saudara semuslim.
Rasulullah SAW. bersabda,
"Sungguh darah dan harta kalian haram (suci) seperti sucinya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini.
 (HR. Muslim)

Lemahnya persatuan dan kesatuan kaum muslim dunia sangatlah tampak dengan lemahnya kekuatan para penguasa di negeri kaum muslimin.
Inilah dampak penerapan konsep nasionalisme. Ukhuwah kaum muslim sulit disatukan dalam satu ikatan yang kuat. Tentara-tentara muslim pun tidak mampu mengoptimalkan kekuatannya untuk melakukan pembelaan pada kaum muslim yang tertindas. Semua ini sebagai akibat dari kebijakan penguasa yang selalu mengedepankan egonya dan nasionalisme antar negara.

Tidak hanya nasionalisme, sistem kapitalisme dan sekularisme yang kini menjadi sandaran dunia, menjadikan para penguasa muslim dalam kendali penguasa adidaya. Semua kebijakan dikendalikan negara penjajah demi kepentingan penguasaan dunia. Wajar saja saat penderitaan kaum muslim belum juga temu solusi hingga kini.


Islam, Solusi Nyata

Penderitaan yang terus terjadi mestinya mampu membentuk kecerdasan berpikir pada umat, bahwa umat membutuhkan kesadaran dan pola pikir ideologis. Paradigma tersebut akan menyadarkan masyarakat tentang urgensi terbentuknya partai politik ideologis untuk beraktivitas di tengah umat.

Sistem Islam-lah satu-satunya solusi yang dapat menuntaskan dan memberangus kejahatan rezim penjajah. Nasib kaum muslim akan selalu terpuruk selama perisai ini belum terwujud. Negara dengan sistem Islam, dapat menjadi perisai yang dapat melindungi seluruh jiwa kaum muslimin. Sistem ini pun dapat menjaga setiap jiwa dari segala bentuk bahaya dan ancaman.

Rasulullah SAW. bersabda, yang artinya,
" Sesungguhnya Al Imam (Khalifah) itu perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya, untuk berlindung dari musuh dengab kekuasaannya" (HR. Al Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan lainnya).

Khilafah, institusi yang senantiasa menerapkan syariat Islam kaffah, akan selalu menjaga dam membela hak-hak kaum muslimin dunia. Sistem Islam mengutamakan iman dan takwa dalam pengaturan. Pemimpin yang lahir pun, membela kaum muslim dengan seluruh kekuatan untuk mengharap rida Allah SWT. semata. Tanpa memperhitungkan untung atau rugi secara materi. Khilafah adalah negara adidaya yang memiliki kekuatan besar dalam konstelasi politik internasional.

Khilafah akan memberikan sanksi tegas pada rezim penjajah yang telah kejam pada kaum muslimin. Khilafah dapat menyiapkan beribu pasukan untuk menggempur kebiadaban negara penjajah. Demi mewujudkan jaminan keamanan nyawa, harta, serta kehormatan kaum muslimin Rohingya.

Demikianlah solusi cerdas yang mampu menuntaskan segala bentuk masalah penjajahan di negeri kaum muslim. Solusi Islam yang adil dan bijaksana niscaya melahirkan ketenangan dan keberkahan.
Wallahu a'lam bisshowwab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak