Oleh : Lilik Yani
Pesta demokrasi tak lama lagi digelar. Kembali akan dipilih pemimpin umat, baik daerah, kota maupun pusat. Pemimpin seperti apa yang dirindukan umat? Apakah pesta demokrasi yang sudah berulang kali digelar membawa perubahan yang bermanfaat untuk umat?
Jika kenyataan yang terjadi, umat hanya diberi harapan atau angan-angan kosong, dijanjikan kesejahteraan tapi ternyata tak ada perubahan, bahkan semakin sengsara hidupnya. Masihkah terus bermimpi dan mengandalkan sistem demokrasi bisa mewujudkan impiannya?
Atau impian boleh terus ada tapi sistem yang harus diubah. Lantas sistem apa yang bisa diharapkan untuk mewujudkan impian umat yang sudah berulangkali kecewa atau dibohongi sistem demokrasi?
Untuk mewujudkannya, cukupkah dengan seruan doa demi doa, atau ada upaya maksimal lain sebagai pendamping doa?
Dilansir MediaIndonesia.com, Rakyat Indonesia akan kembali memilih presiden, pemimpin daerah, anggota DPR yang baru pada 2024. Karena itu, selayaknyalah umat Islam melantunkan doa-doa agar rakyat memperoleh presiden, gubernur, atau anggota DPR sebagai pemimpin yang baik, takut kepada Allah, menyayangi seluruh warga, tidak kekanak-kanakan, dan tidak bodoh. Itu karena Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk berdoa dan Dia senang mendengarkan doa para hamba-Nya serta mengabulkan doa makhluk. (4 Mei 2023)
Cukupkah dengan Doa, Upaya Apa sudah kita Kerjakan?
Iringi doa dengan upaya maksimal sebagai bagian di wilayah kita yang harus kita tunaikan. Allah dengan mudah akan memberikan pemimpin peduli umat, yang membawa umat sejahtera, negeri penuh berkah.
Jika semua diserahkan Allah, maka kita tak akan mendapat pahala apa-apa. Allah tak membutuhkan kita, apakah berjuang atau tidak maka Islam akan menang untuk memimpin dunia. Tapi kita yang membutuhkan dakwah agar mendapat gelar sebagai penolong agama Allah, dan mendapat pahala berlimpah dan keberkahan hidup di dunia dan akherat.
Ketika upaya maksimal sudah dilakukan, maka iringi doa tulus penuh kekusyukan kepada Allah. Doa memohon pemimpin saleh peduli umat, mengajak umat ke jalan Allah, membawa umat hidup sejahtera.
Berikut doa-doa untuk memperoleh pemimpin yang baik. Doa memperoleh pemimpin baik yang dikelilingi orang baik
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ
Allahumma ashlih wulaa ta umuurinaa, Allahumma waffiq hum limaa fiihi shalaa huhum wa shalaa hul islaami walmuslimiina, Allahumma a'inhum 'alalqiyaami bimahaa mihim ka maa amartahum yaa rabbal'aalamiin.Allahumma ab'id 'anhum bithaanatas suu i wal mufsidiina wa qarrib ilayhim ahlalkhayri wannaashihiina yaa rabbal'aalamiina. Allahumma ashlih wu laata umuuril muslimiina fii kulli makaanin.
Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam.
Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.
Bisa ditambah doa terhindar dari pemimpin yang tidak menyayangi rakyat
اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا - بِذُنُوْبِنَا - مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ
Allahumma la tusallith 'alaina bidzunubina man la yakhafuka wala yarhamuna.
Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami--karena dosa-dosa kami--orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak punya belas kasihan kepada kami.
Doa ini pernah disampaikan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) pada 1 Desember 2015. Gus Mus menganjurkan untuk membaca istighfar sebelum berdoa sebagaimana dilansir NU Online.
Doa berlindung dari pemimpin kekanak-kanakan dan bodoh
اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء
Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha'.
Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan pemimpin yang bodoh. Itulah tiga doa terkait permohonan untuk memperoleh pemimpin yang baik, amanah, adil, dan cerdas.
Doa-doa tersebut dapat dipanjatkan untuk memilih pemimpin, baik terkait pemilu presiden, pemilu anggota legislatif, dan pemilu kepala daerah. Semoga Allah mengabulkan yang kita minta dan harapkan memperoleh para pemimpin yang baik dan menyayangi semua rakyatnya.
Bagaimana Islam Memandang Pentingnya Doa untuk Wujudkan Semua Impian?
Tidak ada kejadian sekecil apapun kecuali atas ijin Allah. Apalagi impian untuk memiliki pemimpin yang saleh, peduli umat, maka harus melibatkan Allah.
Setelah upaya maksimal di wilayah kita harus mengupayakan terbaik, kemudian kita serahkan semuanya kepada Allah. Semoga Allah mengabulkan apa yang dirindukan umat. Hidup sejahtera dalam lindungan pemimpin Islam peduli umat.
Allah merintahkan kita untuk berdoa, sebagaimana ayat di bawah ini.
QS. Al-Mu’minun Ayat 60
وَالَّذِيۡنَ يُؤۡتُوۡنَ مَاۤ اٰتَوْا وَّ قُلُوۡبُهُمۡ وَجِلَةٌ اَنَّهُمۡ اِلٰى رَبِّهِمۡ رٰجِعُوۡنَ
dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,
Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya.
Dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar.
Mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.
Sifat yang keempat ialah takut kepada Allah, karena mereka yakin akan kembali kepada-Nya pada hari berhisab di mana akan diperhitungkan segala amal perbuatan manusia. Meskipun mereka telah mengerjakan segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya dan menafkahkan hartanya di jalan Allah.
Namun mereka merasa takut kalau-kalau amal baik mereka tidak diterima, karena mungkin ada di dalamnya unsur-unsur riya' atau lainnya yang menyebabkan ditolaknya amal itu. Oleh sebab itu mereka selalu terdorong untuk selanjutnya berbuat baik karena kalau amal yang sebelumnya tidak diterima, mungkin amal yang sesudah itu menjadi amal yang makbul yang diberi ganjaran yang berlipat ganda.
Doa yang kita gantungkan kepada Allah semata, akan dimudahkan pengabulannya ketika umat menjalankan ketaatan dan senantiasa berproses memberbaiki diri menjadi hamba yang diberkahi Allah.
Wallahu a'lam bish shawwab
Tags
Opini
