Darurat Covid Berakhir, Ancaman Masih Ada




Oleh : Kartika Septiani



Virus covid-19 yang muncul di Wuhan, China pada bulan Desember 2019 silam, yang menyebabkan pandemi satu dunia, dan jutaan nyawa di seluruh dunia melayang, dengan penyebaran virus yang begitu masif di dua tahun terakhir. Mengakibatkan kelumpuhan seluruh sendi kehidupan di dunia. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (5/5) mengatakan bahwa COVID-19 tidak lagi memenuhi syarat untuk dianggap sebagai darurat global. Ini menandai akhir simbolis pandemi virus corona yang menghancurkan, yang pernah memicu lockdown yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjungkirbalikkan ekonomi global dan menewaskan sedikitnya tujuh juta orang di seluruh dunia.

Para pejabat badan kesehatan PBB itu mengatakan, meskipun tahap darurat telah berakhir, pandemi belum demikian, seraya mengingatkan lonjakan kasus belakangan ini di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
WHO mengatakan ribuan orang masih meninggal karena virus ini setiap pekan.

“Dengan harapan besar saya nyatakan COVID-19 telah berakhir sebagai darurat kesehatan global,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Ini bukan berarti COVID-19 telah berakhir sebagai ancaman kesehatan global,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia tidak akan ragu untuk mengumpulkan kembali para pakar guna meninjau kembali situasinya. Dikutip dari voaindonesia.com (05/05/2023) 

Beliau menegaskan bahwa meskipun pandemi covid-19 sudah bukan menjadi darurat global, namun tetap menjadi ancaman kesehatan global. Mengingat masih banyaknya korban jiwa setiap pekannya terlebih di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Virus masih tetap ada, dan masing-masing negara diberikan kebebasan dalam menanggulangi nya sendiri. Namun, hingga saat ini pemerintah belum juga memberikan edukasi perihal virus covid-19  yang masih menjadi ancaman kesehatan global, meskipun kehidupan sudah berangsur kembali seperti sebelum pandemi covid-19. Tentu saja hal tersebut bukan tidak mungkin dapat memicu kembali penyebaran, karena masyarakat kurang persepsi dalam memandang penyakit ini. Pemerintah harusnya menganggap kondisi saat ini serius dan penting untuk segera ditangani. 

Sejak dari awal, Islam sudah punya solusi. Seperti saat terjadinya wabbah Tha'un di negeri Syam pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab R.A. Sebuah penyakit menular, terdapat benjolan di seluruh tubuh, yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan.  

Rasulullah SAW pernah bersabda : 
 "Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri maka jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya". (HR. Bukhari & Muslim)

Saat ini kita mengenal sabda Rasul tersebut dengan istilah lockdown. Karena beberapa negara di dunia menerapkan lockdown dan berhasil mencegah penyebaran virus. Islam memandang kesehatan rakyat adalah prioritas dan tanggung jawab negara, yang harus dipenuhi setiap saat. Negara harus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penyelesaian sebagai bentuk pelayanan terhadap rakyat, juga tetap memberikan edukasi karena rakyat harus tetap peduli terhadap upaya pencegahan dan adanya ancaman infeksi virus. Negara harus sigap dan serius apalagi terkait kemanan jiwa rakyat. Wallahualam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak