Oleh : Yaumil Khairiah
Siapa yang tidak menginginkan anak Sholih dan Sholihah, semua orang pasti menginginkan anak yang taat Kepada agama dan negara, tetapi hal ini hanya harapan semu belaka, semakin canggih teknologi maka tantangan orang tua semakin meningkat, apalagi di zaman sekarang para pelajar bergantung kepada gawai, bahkan disekolah terkadang memberikan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dengan gawai, belum lagi anak yang tidak memiliki gawai akan dikucilkan oleh teman temannya. Ini lah awal dari hancurnya masa depan penerus bangsa, Banyaknya aplikasi didalam gawai yang membuat mereka teralihkan dari kehidupan sehari hari, berbagai macam konten dan film yang bisa mereka simak membuat mereka lupa akan waktu.
Seperti halnya dengan fakta ini, Gara-gara kecanduan Game Online, 8 pelajar di Semarang terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJD) Amino Gondohutami, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebelumnya, di Kota Solo, puluhan pelajar juga tengah ditangani oleh RSJD Dr. Arif Zainudin yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara Kecamatan Jebres.Kondisi yang sama juga dialami oleh tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Kota Palembang, Sumatera Selatan. Ketiga pelajar tersebut terindikasi tak hanya kecanduan Game Online, tetapi video porno. (https://semarang.kompas.com/read/2019/11/01/14050011/kasus-anak-korban-gawai-dirawat-inap-di-rsj-hingga-kecanduan-video-porno?page=all)
Seperti yang diketahui, Gawai adalah teknologi modern yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, hampir semua keperluan bisa diakses melalui gawai, dari transaksi jual beli sampai komunikasi semuanya Ada di teknologi ini. Bukan hanya orang dewasa yang memilikinya tetapi balita pun ditawarkan gadget untuk menenangkannya. Maka dari itu para remaja tidak merasa asing lagi dengan gawai, Sungguh miris Apabila mendengar para pelajar yang seharusnya fokus belajar tetapi malah dirawat Rumah Sakit Jiwa karna kecanduan Game dan Film Porno, tapi inilah kenyataannya, para remaja mulai diracuni virus gawai, alasan mereka hanya mengisi waktu luang dan lelah dalam belajar, tekanan dari sekolah Dan lingkungan sekitar membuat mereka mencari pelampiasan agar mereka mendapatkan ketenangan Dan hiburan. Lewat gawai hal itu didapatkan, mulai dari bermain Game, Media Sosial sampai Film Porno itu sangat mudah didapatkan di genggaman mereka.
Sebenarnya gawai adalah alat mempermudah kegiatan sehari-hari tetapi disalahgunakan oleh mereka, tidak adanya pengawasan, pembiaran dan sifat cuek dari orang tua, membuat mereka bebas berselancar dalam dunia gawai, , ditambah lagi dengan gaya hidup yang liberal(bebas) dan pemahaman sekularisme yang memisahkan kehidupan dari agama, Hal inilah yang menyebabkan rusaknya pemikiran sehingga memunculkan banyak persoalan pada mereka, dari tidak adanya moral, tidak adanya empati pada lingkungan sekitar, hilangnya jati diri, kecanduan sampai hilangnya kewarasan. Sedangkan pengenalan gawai tidak dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan, sehingga hilangnya Aqidah sampai terperdaya dengan kebahagiaan semu, selain pengawasan dari orang tua, peran negara sangat dibutuhkan, karena hanya negara yang mampu mengontrol kebijakan terkait IT, Sedangkan negara Masih tidak mampu menyaring apa yang boleh dan apa yang tidak, apalagi negara memberikan dukungan dan penghargaan kepada mereka yang ahli dalam bidang game ini.
Sistem pendidikan sekuler ini membuat umat semakin jauh dari ketakwaan, apalagi ekonominya melegalkan segala cara untuk meraup keuntungan sebanyak banyaknya walaupun mengundang banyak kerusakan, banyak sekali para pemuda Islam yang meraup keuntungan karna game, mulai dari bisnis Game Online sampai mempunyai Vlog Youtube untuk mendalami game tanpa peduli dengan kemaslahatan umat
Dalam Islam teknologi seperti gawai termasuk madaniah yang artinya boleh digunakan oleh umat muslim, apalagi untuk kemaslahatan umat, teknologi sangat didukung untuk kaum Muslim karna dapat mempermudah dalam kegiatan sehari hari, bahkan di saat Daulah Islamiyah, pemerintah membantu semua umat yang ingin mengembangkan ilmu dan teknologi, seperti menyiapkan laboratorium, perpustakaan hingga menyiapkan dana untuk mereka yang mau meneliti dan menciptakan teknologi yang terbaru. Tetapi apabila madaniah itu mengandung hadharah barat Yang dapat merusak pemikiran umat, maka akan ditolak dan dihilangkan, apalagi seperti sekarang sangat banyak Aplikasi dan Game yang sangat merusak pemikiran, seharusnya negara menghapus sampai ke akarnya. Belum lagi media sosial yang harus diawasi, karna di situlah banyak terdapat hal negatif seperti kriminal kecil maupun besar, Game Online serta film Porno mudah didapatkan.
Tetapi apakah negara mampu memberantas masalah ini sampai ke akarnya? Hanya Islam yang mampu mengatasi maraknya kecanduan game, hanya Islam yang dapat menghapus film porno sampai ke bibitnya, hanya Islam Yang mampu mencegah kemaksiatan yang melanda para penerus bangsa. karena Sistem Islam menerapkan Islam secara Kaffah(menyeluruh). Baik pemahaman dan ekonomi semuanya menggunakan Sistem Islam. Negara yang menerapkan Sistem Islam sangat mampu memberantas permasalahan ini, karena khalifah(pemimpin) bertanggung jawab dalam pembentukan ketakwaan individu, kontrol masyarakat Dan sanksi bagi pelaku kemaksiatan.
