Liberalisme yang Semakin Masif



Oleh : Dina Heriana
(Pemerhati Remaja) 
Liberalisme atau ide kebebasan sudah sejak lama masuk ke Indonesia, paham ini dibawa oleh Barat untuk menghancurkan pemikiran kaum Muslim agar mengikuti ide bahkan sampai mengikuti gaya hidup mereka.
Kebebasan selalu digaungkan oleh mereka yang menginginkan untuk melakukan apa saja tanpa batas, tentu ini sesuai dengan iklim Barat yang tidak menegenal aturan terutama dalam pergaulan, mereka sudah terbiasa melakukan tindakan apa saja tanpa adanya aturan yang mengikat.
Melakukan hal tanpa batasan akan semakin masif digaungkan terlebih dengan adanya sosial media yang semakin berkembang sampai seluruh dunia membuat semua orang mampu mengakses media apapun yang disukai.
Terbukti, prostitusi yang dulunya hanya bertransaksi di jalur offline kini merambah ke jalur online yang mana dianggap lebih praktis, generasi moral pun terancam hancur dengan parahnya pergaulan bebas yang sudah mengcopy paste gaya ke barat-baratan.
Kasus demi kasus kita temukan, baik melihat langsung atau dari berbagai media yang mengabarkan berbgagai tindakan yang menginkan kebebasan, seperti kasus LGBT, hubungan diluar nikah, yang berakibat besar pada pengidap penyakit HIV/AIDS yang semakin meningkat.
Belum cukupkah masalah di negeri ini? Moral anak bangsa di porak-porandakan oleh Barat karena mengadopsi pemikiran mereka, pemikiran liberal yang menginginkan kebebasan semata untuk kesenangan atau kepuasan pribadi, hanya akan membuat kita terjeremus untuk kesekian kalinya pada permasalahan yang lain.
Liberalisme hari ini diperjuangkan secara masif oleh pendukungnya dengan dalih kemanusiaan padahal semakin masif liberalisme membuat masalah yang tak berujung, karena meletakakan pengaturan manusia lebih pada makhuluk bukan pada al-khaliq (sang pencipta).

Kebebasan sejatinya dibolehkan jika tidak melanggar aturan yang ada terutama agama, namun kebebasan tanpa batas seperti saat ini tidaklah cocok di negeri yang mayoritas Muslim, karena memiliki batasan dalam melakukan sesuatu.

Islam mengatur segala urusan dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan, kebebasan dalam Islam dikembalikan pada hukum syara, hal-hal yang di mubahkan maka dibolehkan untuk melakukan.

Penggunaan narkoba dan sejenisnya, pergaulan bebas sampai pada merebakknya LGBT jelas dilarang dalam agama Islam karena hukum syara atas perbuatan tersebut adalah haram sehingga bagi kaum muslim wajib menjauhi perbuatan tersebut.

Berbagai masalah yang ada hanya mampu dikembalikan kepada Islam bukan dengan kebebasan atau liberalisme yang masih dianggap oleh sebagian orang menyelesaikan masalah.
Hari ini Islam tidak diterapkan secara kaffah, penerapan Islam masih sebagian-sebagian bahkan lebih banyak dicampakkan, sehingga wajar masalah demi masalah terjadi, sebagaimana firman-Nya “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96). Wallahu'alam.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak