Oleh Yanti Nurhayati, S.IP. (Muslimah Peduli Umat)
Hingga saat ini Indonesia masih tercatat sebagai negara berkembang di Asia Tenggara. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia ternyata belum menjadikan Indonesia menjadi negara maju. Tingkat pertumbuhan yang tinggi, tingginya angka pengangguran, pembangunan infrastruktur yang belum merata, tingginya angka kemiskinan, pendidikan berkualitas yang belum merata, maraknya budaya KKN, kualitas hidup yang rendah, lambatnya perkembangan IPTEK merupakan beberapa alasan Indonesia masih terkategori negara berkembang.
Tentu saja ini menjadi PR bagi pemerintahan untuk bengkit menjadi negara maju. Pembangunan infrastruktur merupakan terobosan yang dianggap sebagai salahsatu cara yang tepat untuk memajukan perekonomian negara. Namun ujung-ujungnya malah menjadi biang yang menyedot berbagai pos anggaran negara. Secara otomatis untuk mengatasinya adalah dengan mencari berbagai cara supaya bisa meningkatkan pendapatan negara. Belum lama ini Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani mengatakan akan adanya rencana untuk meningkatkan pendapatan negara adalah dengan menaikkan harga materai, harga keresek belanja sampai ke memberikan pajak nasi bungkus dan mpek-mpek.
Terdengarnya "lucu tapi miris", sebagai masyarakat awam tentu saja bertanya-tanya, negeri kita kaya akan SDA, kenapa tidak menaikkan pendapatan dari penjualan SDA? kenapa harus memberatkan rakyat menengah ke bawah? Padahal hidup rakyat sudah serba susah. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW : "Ya Allah siapa saja yang menangani urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia, siapa saja yang menangani urusan umat lalu ia berlaku lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah kepada dia "(HR.Muslim dan Ahmad).
Pemimpun/penguasa haruslah memberi kabar gembira, tidak membawa kesedihan, tidak membuat ketakutan serta memberi kemudahan kepada rakyatnya, memenuhi semua kebutuhan rakyat. Sebagaimana sabda Rosululloh : "Siapa saja yang mengurusi urusan masyarakat lalu menutup diri dari orang yang lemah dan membutuhkan niscaya Allah menutup diri dari dirinya pada hari kiamat" (HR.Muslim).
Akar masalah kenapa pendapatan negara minim adalah karena penerapan sistem ekonomi dan keuangan kapitalis dinegeri ini. Penerapan ekonomi kapitalis telah mengakibatkan sumber kekayaan alam hanya dikuasai sekaligus dinikmati oleh segelintir saja. Mereka adalah para konglomerat dan pihak asing yang berkolaborasi dengan penguasa atas nama swastanisasi dan privatisasi. Sumber penerimaan pendapatan negara terbesar pun malah diberikan kepada asing dan aseng atas nama berbagai kesepakatan sehingga mudah mengeksploitasi kekayaan alam negeri ini, dan semua potensi ekonomi yang ada, akibatnya pemasukan APBN dari SDA semakin kecil.
Pengaturan perekonomian dengan sistem kapitalis sangat jauh berbeda dengan pengaturan perekonomian sistem Islam. Rosululloh telah mencontohkan sistem perekonomian Islam ketika beliau menjadi pemimpin negara dan sistem perekonomian dengan sistem Islam pun ikut diterapkan oleh para khalifah yang secara historis selama 13 abad lamanya membuktikan kepada dunia bahwa dengan sistem ini terbukti keberhasilannya dalam memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Islam merupakan solusi untuk mengatasi semua problematika kehidupan manusia.
Wallohualam bishowab.
Tags
Opini
