PERISTIWA BERSEJARAH DI BULAN RAJAB

Oleh : Yuni 

(Penulis Islam Ideologis)




Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram (suci), sebagaimana yang telah di tetapkan oleh Allah SWT dalam (TQS at-Taubah [9]:36) yaitu:

"Sungguh bilangan bulan menurut Allah SWT ada dua belas bulan dalam catatan Allah saat Dia menciptakan langit dan bumi. Diantaranya terdapat empat bulan haram (suci). Itulah agama yang lurus. Karena itu janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu."


Empat bulan suci tersebut di jelaskan oleh Nabi saw:

Sungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. Lalu Rajab bulan Mudharr yang terdapat diantara Jumadi dan Sya'ban. (HR Muslim).


Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab atas izin Allah SWT seperti; moment hijrah kaum Muslimin yang pertama ke Habasyah pada tahun ke lima kenabian, isra'-mikraj Rasul saw pada tahun ke-10 kenabian. Nabi saw tidak hanya menerima titah kewajiban shalat, beliaupun di kukuhkan sebagai pemimpin bagi seluruh umat manusia. Saat itu beliau di titahkan menjadi imam para nabi dan rasul terdahulu di Baitul Maqdis. Rajab menjadi moment pertama kali Nabi saw bertemu dengan kaum Anshar yang mempunyai kemuliaan. Melalui tangan merekalah Negara Islam pertama tegak di Madinah. Sejak saat itu seluruh hukum syariah pun bisa di terapkan secara total, dengan itu kesucian darah, harta dan jiwa pun bisa terjaga. (Al-Hakim, Al-mustadrak (IX/497), hadis penuturan Jabir bin Abdullah ra).

Di bulan Rajab pula Allah SWT menjadikan moment istimewa yaitu peralihan kiblat kaum Muslim dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram (Ibnu Katsir, Al Bidayah wa an-Nihayah, III/252-253). Selain itu perang tabuk yang menggetarkan adidaya Romawi, perang Yarmuk  di bawah pimpinan Khalid bin al-Walid ra, pembebasan Hirah Irak serta Baitul Maqdis yang berhasil di rebut kembali oleh kaum Muslim juga terjadi pada bulan Rajab, tepatnya pada 28 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M,di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi, setelah mereka  mengalahkan pasukan Hittin. Saat itu azan kembali di kumandangkan dan shalat Jumat kembali di laksanakan di Masjid al-Aqsha setelah 88 tahun di duduki tentara salib.


Kaum Muslim dulu telah begitu rupa memuliakan dan menjaga kehormatan bulan haram termasuk Rajab. Namun nyatanya di zaman sekarang tidak sedikit kaum muslim yang masih asing terhadap  momen-momen bersejarah tersebut. Selain faktor kebodohan  juga akibat ulah sistem. Rasa malas menuntut ilmu, cinta dunia tapi takut mati menjadi salah satu hasil ideologi kufur yang terus terhembus, membius, melekat dan mendarah daging dalam jiwa-jiwa sebagian kaum Muslim. Islam mulai terasa asing. Tak mengerti simbol Islam, lebih bahagia merayakan dan menyambut perayaan kufur, tapi malu dengan atribut agama dan ajarannya (Islam). Ironis memang. Namun itulah buah dari kebobrokan ideologi bathil yang saat ini di terapkan diseluruh dunia, khususnya Indonesia. Kerusakan dan kegagalan mewarnai jalan yang dilalui kaum Muslim. Output paham atau ideologi yang diterapkan pada saat ini dengan kapitalisme-sekularisme, sebagian masyarakat Muslim  menjadikan agama sebagai ibadah ritual saja; ada pemisahan agama dari kehidupannya. Padahal dengan jelas Allah SWT berfirman dalam (TQS al-Baqarah [2]:208).

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada lslam secara Kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan adalah musuh besar bagi kalian".


Islam bukan  sekedar agama.  lslam merupakan ideologi yang harus di emban oleh setiap Muslim sehingga aturan-aturan yang di pakai yaitu aturan yang berasal dari Allah SWT bukan aturan yang di buat oleh manusia seperti saat ini, maka dengan Ideologi Islam In syaa Allah akan terwujud negeri yang penuh dengan keberkahan. Dan menjadikan peristiwa-peristiwa terdahulu sebagai barometer untuk melakukan perubahan yaitu dengan mengangkat Khalifah sebagai pemimpin di dalam institusi Khilafah.


Wallahu'alam bi ash-shawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak