Menebar Cinta dalam Dakwah


Oleh : Dwi


Kehidupan di sekitar kita sangat beragam, salah satu contoh yang sering ditemui ketika saya berpapasan dengan ibu-ibu terutama pagi. Jam sibuk dan riweuh untuk para ibu. Waktunya menanti tukang sayur yang lewat atau ke warung untuk belanja keperluan pagi. Saya salah satunya. Ketika saya lewat, ada ibu-ibu yang menyapu halaman dan tersenyum manis, tapi memakai celana di atas lutut. Atau kadang ada yang pake daster yang terbilang agak seksi tanpa lengan. Padahal hampir kebanyakan ibu-ibu tersebut mengaji dan tahu tentang kewajiban wanita untuk menutup auratnya. 


Di dalam Al Quran surat _An Nur ayat 31_ sudah dijelaskan siapa saja yg boleh melihat aurat wanita. Ketika awal saya berkerudung saya pikir saya boleh membuka kerudung dihadapan ipar-ipar saya. Tapi, ternyata itu tidak boleh, karena ipar tidak disebut dalam ayat tersebut. Tidak boleh, titik tanpa koma dan itu dulu saya lakukan disebabkan karena saya fakir ilmu agama. Ya Allah ampunilah dosa-dosa hamba. Alhamdulillah ada keluarga dan teman yang selalu mengingatkan saya. Sehingga saat ini saya tidak seperti itu lagi.


Kini, giliran saya mengingatkan yang lain. Ya walaupun, ada yang mengeluarkan 1001 alasan, atau ada yang menghindar, atau ada yg cuek. Niat saya hanya mengingatkan kepada kebaikan. Jangan sampai di akhirat saya ditanya karena berdiam diri melihat maksiat di depan mata. Semoga Allah kuatkan saya dan semua yang semangat mengingatkan dalam kebaikan. Luruskan niat karena Allah, jangan baperan, jangan mudah sakit hati. Karena dakwah itu wujud Cinta kita pada sesama. 


Wallahu'alam bish shawab.

45Zahra

Ibu, Istri, Anak, Pribadi pembelajar yang sedang suka menulis.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak