Untuk Apa Menulis?


Oleh : Lilik Yani


Ketika lidah kelu tak sanggup sampaikan kebenaran, karena ada ancaman dari segala arah. Menulis akan jadi solusi agar keindahan syariat Islam bisa tersampaikan.


*******


Perintah Allah pertama kali untuk kita semua adalah iqra yang artinya bacalah! 


Kita diperintah untuk membaca.  Membaca buku, membaca kitab suci al Qur'an bahkan membaca setiap peristiwa yang kita temui atau alami sendiri,  dan membaca tanda-tanda kebesaran Allah. 


"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. 

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. 

Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. 

Dia mengajarkan manusia,  apa yang tidak diketahuinya. 

(QS, Al Alaq : 1-5)


Dari membaca kita akan mengetahui banyak pengetahuan dan hikmah yang bisa kita pahami kemudian kita terapkan dalam setiap aktivitas hidup kita. 


Tentunya dengan ilmu dan hikmah yang kita ketahui,  selain kita terapkan sendir, juga harus disampaikan atau diajarkan kepada saudara muslim yang lain,  sebagai bentuk cinta kita kepada sesama. 


Cara, menyampaikan ilmu dan hikmah itu bisa dengan lesan, teladan, maupun dengan lewat tulisan. 


Tidak semua orang bisa menyampaikan ilmu atau hikmah itu dengan lesan. Karena takut, grogi, tidak percaya diri, dan sebagainya. 


Jadi saat lidah kelu, tidak bisa menyampaikan kebenaran maka kita bisa menyampaikan lewat tulisan. 


Dengan menulis, kita bisa lebih menata kalimat dan memilih kata-kata yang lebih tepat. 


Dengan menulis, apa yang ingin kita sampaikan bisa dibaca berulang-ulang oleh banyak orang. 


Maka dari itu kita harus memperhatikan isi tulisan kita.  Yang kita sampaikan haruslah suatu pelajaran yang baik dan benar sesuai fakta yang ada. 

Juga ada referensi yang benar. 


Jika yang kita tulis masalah keislaman maka referensinya adalah sesuai Al Qur'an dan As Sunnah. 


Yang pasti,  semua tulisan kita akan dimintai pertanggungjawaban sama Allah 


Tapi kita tidak perlu takut,  selama niat kita menulis adalah benar.  Kita menulis untuk menyampaikan kebenaran Islam, sebagai sarana dakwah.  Niat karena Allah bukan untuk cari ketenaran atau pujian. 

Kemudian materi yang kita tulis juga benar,  ada referensi yang bisa dipertanggungjawabkan.  Jadi tidak perlu ada alasan takut untuk menyampaikan lewat tulisan. 


Karena tulisan itu kita niatkan untuk dakwah,  agar pembaca bisa memahami maka kita upayakan memilih kata yang tepat dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi. 


Jika ada pembaca yang tersentuh hatinya setelah membaca tulisan kita. Itu semata-mata karena Allah yang membukakan hatinya untuk bisa memahami tulisan kita. 

Jadi jangan pernah kita, merasa sombong atau berbangga diri. 


Jika semua sudah diniati karena Allah,  maka jika ada kebaikan itu berasal dari Allah. Dan jika ada kesalahan itu karena kita yang kurang memahami. 


Jika semua kita lakukan karena Allah,  In syaa Allah akan ada pahala untuk kita kalau ilmu itu bermanfaat.  Jika ada kekurangan,  semoga Allah berkenan mengampuni kekhilafan kita. 

Aamiin


Maka dari itu,  menulislah untuk menyampaikan kebenaran Islam karena Allah.




#UntukApaMenulis?

#MenulisUntukDakwah

#MenulisUntukMenebarBenihKebaikan


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak