2019: Saatnya Umat Menyongsong Kebangkitan Hakiki

Oleh: Yanti Mursidah Lubis (Ibu Rumah Tangga)


Sepanjang tahun 2018 isu Nasional diwarnai dengan berbagai peristiwa baik peristiwa yang berdimensi sosial, politik maupun ekonomi. 

Isu yang menonjol pada tahun lalu seperti bencana alam, pemanfaatan sumber daya alam, stabilitas politik serta untuk menentukan opsi-opsi kebijakan yang akan datang, yang bernilai tinggi bagi perbaikan kesejahteraan keadilan dan keamanan Nasional di tahun 2019. 

Sebagai tantangan terbesar yang dihadapi selama tahun 2018 adalah banyaknya bencana alam, seperti gempa bumi, longsor dan bencana tsunami yang merenggut nyawa ribuan orang. Tahun 2018 menjadi tahun penuh duka bagi bangsa Indonesia. Mengingat banyaknya bencana massif mencakup kecelakaan transportasi, baik udara dan laut yang menjadi catatan kelam sekaligus peristiwa yang sangat mematikan. 

Pada 5 Agustus terjadi gempa berkekuatan 6,9 SR menghantam Palu, Lombok, setelah sebelumnya terjadi juga pada akhir juli dengan kekuatan 6,4 SR. Selanjutnya gempa bumi berkekuatan 7,7 SR disertai tsunami setinggi 1-5 meter menimpa Donggala, Palu hingga meratakan seluruh kota dan 330 ribu orang kehilangan tempat tinggal. 

Menjelang tutup tahun kembali lagi terjadi tsunami pada tanggal 22 desember di Banten dan Lampung yang menelan korban lebih dari 222 meninggal, 843 luka dan 28 orang hilang (BNPB 23/12). Akibat tsunami itu 558 unit bangunan rusak.  Sungguh semua bencana itu tak dapat terelakkan, karena sudah menjadi Qodho Allah SWT. 

Di tahun 2018 merupakan tahun kesedihan bagi ummat. Bagaimana tidak? Dalam tahun ini banyak terjadi kedzaliman demi kedzaliman yang menimpa kaum muslimin, dimana ummat Islam ditindas, ulama dipersekusi, difitnah bahkan dibungkam untuk menyuarakan kebenaran Islam. Kemudian kedurhakaan kedurhakaan terjadi secara terang terangan sehingga mengundang berbagai peringatan dari Allah SWT. 

Pemerintah sendiri sudah tidak memperdulikan lagi kondisi rakyatnya, terutama dalam peri'ayahannya atau pengurusannya, sudah sangat jauh dari makna pemimpin sebenarnya. Mereka justru disibukkan dengan menaikkan popularitasnya demi kepentingan pemilu 2019.

Ditahun 2019 yang akan kita jalani ini sudah selayaknyalah ummat islam bangkit dan lebih fokus untuk berjuang demi mewujudkan Perubahan Hakiki ditengah masyarakat. Perjuangan ini bisa kita mulai dengan mencampakkan sistem sekuler demokrasi dan menerapkan hukum Allah SWT dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah yang akan membawa Ummat Muslim maupun non Muslim pada kebaikan dan keberkahan, sehingga terwujud Islam Rahmatan Lil'alamiin... 


Wallahu’alam Bi Shawwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak