Umar Bin Khattab, Penduduk Syurga Yang Barjalan Di Muka Bumi

Oleh : Alfira Khairunnisa

Siapa yang tak mengenal Umar bin Khattab. Ia adalah seorang pejuang Islam tangguh yang turut membersamai perjuangan dakwah Rasulullah. Ia termasuk ke dalam orang-orang yang awal masuk Islam.

Ia adalah seorang yang pemberani dan paling ditakuti oleh musuh di Medan perang. Kepiawaian dan keberaniannya dalam dakwah Islam sungguh luar biasa, tak dapat diragukan lagi.

Umar termasuk diantara orang-orang yang mendapat ilham. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara orang-orang sebelum kalian terdapat sejumlah manusia yang mendapat ilham. Apabila salah seorang umatku mendapakannya, maka Umarlah orangnya.”

Umar bin Khattab sungguh bersemangat dalam menyampaikan risalah Islam. Ia bergelar Al-Faruq, sang pembeda.

Ia adalah Amirul mukminin, pengganti Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah wafat. Ia adalah khalifah yang begitu tegas dan dicintai rakyatnya.

Pengaruh Luar Biasa Umar Setelah Berislam

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam bersabda;

“Aku bermimpi sedang mengulurkan timba ke dalam sebuah sumur yang ditarik dengan penggerek. Datanglah Abu Bakar mengambil air dari sumur tersebut satu atau dua timba dan dia terlihat begitu lemah menarik timba tersebut, -semoga Allah Ta’ala mengampuninya-. Setelah itu datanglah Umar bin al-Khattab mengambil air sebanyak-banyaknya. Aku tidak pernah melihat seorang pemimpin abqari (pemimpin yang begitu kuat) yang begitu gesit, sehingga setiap orang bisa minum sepuasnya dan juga memberikan minuman tersebut untuk onta-onta mereka.”

Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Kami menjadi kuat setelah Umar memeluk Islam.” Artinya kaum Muslimin yang lain menjadi lebih kuat ketika ber Islamnya Umar bin Khattab.

Umar Bin Khattab, memiliki keistimewaan tersendiri. Diriwayatkan dari Said bin al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku sedang berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita sedang berwudhu di sebuah istana (surga), maka aku pun bertanya, ‘Milik siapakah istana ini?’ Wanita-wanita yang ada di sana menjawab, ‘Milik Umar.’ Lalu aku teringat dengan kecemburuan Umar, aku pun menjauh (tidak memasuki) istana itu.” Umar radhiallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah.”

Maha suci Allah, kala Umar masih hidup di dunia bersama Rasulullah dan para sahabatnya, disaat yang sama istana untuknya telah disiapkan di tanah surga. Masyaa Allah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak