Libas Seks Bebas! Selamatkan Generasi Muslim dari Perzinaan

 Oleh: Winda Yusmiati, S.Pd 

(Revowriter Purwakarta)

 

 Fenomena Seks Bebas

Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) kota Lampung, Dwi Hafsah Handayani, mengungkapkan temuan mengejutkan. Ia menemukan satu SMP di Lampung yang 12 siswinya hamil. 


Selain itu juga, Dwi Hafsah Handayani mengatakan, dirinya pernah melakukan survei ke apotek di sekitar kampus dan kosan. Dari hasil surveinya ditemukan, ternyata barang yang paling laris dibeli di apotek adalah kondom dan testpack (alat tes kehamilan). Dari survei tersebut diketahui, ada sekitar 100 kondom terjual dalam satu bulan (lampung.tribunnews.com/2018/10/02/).


Pada tahun 2017 lalu, Indonesia Police Watch (IPW) melalui Ketua Presidium-nya Neta S. Pane menyatakan bahwa remaja Indonesia terlibat persoalan seks bebas dan LGBT. 


Terkait LGBT, baru-baru ini terungkap adanya grup gay pelajar SMP di Garut. Menurut Soni MS, Ketua Garut Education Watch sebagaimana dikutipkompas.com mengaku prihatin atas fenomena ini. Apalagi, jumlah anggota di grup tersebut sudah mencapai 2600 orang lebih.


 *Mengapa Seks Bebas semakin Marak?* 


Fenomena seks bebas ibarat 'gunung es' yang hanya terlihat sedikit. Namun, pada faktanya, mayoritas generasi di Indonesia bahkan sampai kepelosok daerah sudah diseliputi atmosfir seks bebas pada stadium parah. Mengapa hal ini bisa terjadi?


Seks bebas di kalangan remaja (generasi muda) tidaklah terjadi dengan sendirinya. Banyak faktor yang memicu aktivitas penyimpangan perilaku ini, diantaranya;


Penyebab pertama, peran keluarga sebagai tempat pendidikan dan pembinaan bagi setiap anak-anaknya, tidak berjalan. Banyak orangtua malah menanamkan nilai-nilai sekuler-liberal dalam keluarga. Mereka memberikan kebebasan berperilaku bagi anak-anaknya.


Kedua, masyarakat semakin kurang peduli. Sikap individualisme di tengah-tengah masyarakat semakin menguat. Banyak pemilik rumah kos, juga tetangga, yang tidak lagi peduli dengan apa yang dilakukan penghuninya. Akibatnya, perilaku seks bebas di lingkungan masyarakat seperti kos-kosan semakin menjamur.


Ketiga, yang menjadi faktor utama maraknya seks bebas adalah adanya penerapan sistem Kapitalisme yang mengagungkan kebebasan individu dalam hal berperilaku, beragama, berpendapat dan kepemilikan. Kebebasan individu lahir dari keyakinan/akidah sekularisme yang meniadakan peran Sang Pencipta untuk mengatur kehidupan. Manusialah yang berhak membuat aturan.


 Solusi Pragmatis sistem Sekuler Kapitalis

Banyak pihak sepakat bahwa semua kasus mengenai seks bebas harus segera dihentikan. Sayangnya, kebanyakan solusi yang ditawarkan berpijak pada ide kebebasan dan ide hak reproduksi. Ide ini menuntun siapa saja untuk memandang bahwa aktivitas seksual adalah hak yang tidak bisa dilarang. Selama dilakukan dengan kemauan dan kesadaran sendiri, tanpa paksaan, hubungan seks, termasuk seks bebas, tak bisa disalahkan. Akibatnya, seks di luar nikah alias seks bebas lantas tidak dianggap salah.


Pandangan seperti itu akhirnya melahirkan solusi yang menyesatkan seperti: ‘pacaran sehat’, ‘pendidikan seks’ solusi ABCD (Abstinensia, Be faithful, use Condom, no Drug) yang diiringi dengan implementasi kebijakan kondomisasi dan harm reduction, ‘setia pada pasangan’ (termasuk pasangan seks bebas), dan lain-lain.


Solusi sistem sekuler tidak akan mampu menyelesaikan masalah pergaulan bebas secara tuntas, bahkan menyimpan bom waktu masalah yang siap meledak untuk menghancurkan peradaban manusia.


 Solusi Syar’i

Sesungguhnya syariat Islam memiliki sejumlah aturan yang berkaitan dengan penanaman pemahaman agar setiap muslim (termasuk remaja) bertanggung jawab atas kehormatan dirinya (QS. An Nuur [24] : 30-31).


Islam memandang seks tanpa ikatan pernikahan alias zina sebagai tindakan maksiat dan kriminal. Karena itu Islam tegas menyatakan bahwa seks bebas (zina) adalah haram dan termasuk perbuatan keji yang harus dijauhi. Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk ( QS. Al-Isra: 32)


Sungguh bangsa ini akan tetap terpuruk manakala generasi mudanya masih berkecimpung dalam lumpur seks bebas. Remaja hanyalah salah satu korban dari cengkeraman ideologi kufur sekulerisme dan turunannya (liberalisme).  


Oleh karena itu, satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah dengan mencabut akar ideologi kufur tersebut dan menanamkan ideologi Islam yang terbukti shohih dan membawa kebaikan bagi manusia di dunia dan akhirat.  Semoga kita semua semakin menyadari betapa pentingnya kembali kepada Sistem Islam yang manjadikan Ideologi Islam sebagai satu-satunya aturan dalam  kehidupan manusia.


Wallahu a’lam bi shawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak