Generasi Predator Qur'an Hero Tampa Amunisi

Generasi Predator Qur'an Hero Tanpa Amunisi

By : Antika Fajrianti 

Masa kini populasi generasi merembak banyak namun miskin semangat, visi, dan misi. Pun jika ada bara api semangat hanya untuk eksistensi semata. 

Pemuda yang ketika di tanya tujuan hidup,  berpaling muka dan acuhkan diri. Menjawab masih muda, hidup foya-foya, tua bahagia, mati minta masuk syurga. 

Tak perlu tobat dini, nanti hari tua saja ketika menghampiri. Iya jika sampai tua usia ini, jika muda tutup usia. Tamatlah sudah pintu tobat.

Na'udzubilah, hero generasi hampir punah. Pendidikan tak mereka pusingkan lagi, bahkan memenuhi hak-hak rabbi tinggal angan yang mati. Menepis lupa, generasi hero bermula, nama-nama besar tercatat rapih :

Pertama,  Abu Bakar Ash-siddiq (Sang dermawan pembebas para budak)

Kedua,   Umar Bin Khattab (Pedang Allah, sang pelindung Rasulullah)

Ketiga,  Muhammad Al-fatih (Pemuda Penakluk Konstatinopel Turki sebelum Roma yang di sabdakan Rasulullah)

Keempat,   Siti Khodijah (Wanita termahsyur dan terkaya mewakafkan diri dan hartanya untuk jalan Allah).

Kelima,  Uwais Al-Qorni (Pemuda yang begitu cinta Rasulullah, tak bisa bertemu karna bakti tinggi pada Ibunya, membuatnya mendapatkan syurga Allah, bahkan penduduk bumi dan langit pun mengenalnya). Dan banyak lagi yang lainnya.

Sederetan nama pemuda pemudi tersebut tidak mengabaikan akhirat mereka hingga dunia digenggaman dan syurga merindukan mereka. Kecerdasan bersanding ketakwaan yang menjadikan berakhlak mulia.

Sesungguhnya Rasul telah mencontohkan dan mendidik bagaimana generasi masa silam dahulu. Mereka minim fasilitas teknologi, minim kapasitas, dan minim Sumber Daya Manusia yang terbatas. 

Namun, jari-jemari mereka bagaikan meraup emas bumi. Kecerdasan mereka karna ketundukan pada Rabbi, keahlian mereka berkontribusi umat hingga kini. Lantas usaha seperti apa yang mereka lakukan?, sehingga kita layak untuk mencontoh mereka.

Jawabnya sangat sederhana, mereka hanya jadi pemangsa (Predator) Kallam Illahi (Al-Qur'an). Membaca, mentadaburi dan mengamalkan. Menggunakan bagi seluruh amal perbuatan kehidupan.

Tubuh mereka tubuh pensyukur. Tanpa henti bermesra'an dengan Qur'an di setiap pagi, petang, bahkan malam. lelah terasa Lillah menentramkan jiwa mereka. Mengundang rahmat dan berkah membanjiri.

Kallam Illahi sebagai pemupuk semangat di setiap jihad yang harus di hadapi. Senjata do'a terbaik membuat musuh kalap, mundur dan lari. Mereka hero yang sejati bernuansa islami. namanya terkenang abadi.

Sudah sepatutnya generasi predator muncul kembali di akhir zaman ini, agar raga tangguh hero terdahulu kita dapati dan hasilnya kita bisa kalahkan musuh cukup dengan Kallam Illahi dan tanpa amunisi. InsyaAllah

Wallahu'alam Biashshawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak