Oleh : Wida Eliana
Pegiat dakwah, tinggal di Bandung
Tauhid (tauhidulLah) bermakna mengesakan Allah SWT, semua risalah yang dibawa oleh para nabi dan rasul ke alam dunia.
Islam adalah agama yang dibangun di atas tauhid. Kalimat dakwah pertama yang disampaikan kepada umat manusia oleh Nabi SAW adalah ajakan mengesakan Allah SWT dan mengakui dirinya sebagai utusan-Nya.
Mentauhidkan Allah bukan semata mengakui Dia sebagai Maha Pencipta, melainkan tauhid juga akan menjadikan seseorang tunduk terhadap syariat-Nya sebagai bentuk pengakuannya bahwa hanya Allah sajalah Dzat Yang Maha Pemberi Aturan (al-Mudabbir) bagi setiap mahluk-Nya.
Islam datang untuk membongkar kebatilan akidah umat manusia sepanjang masa. Ajaran tauhid yang telah merasuk dalam diri manusia juga akan membuat dirinya bergerak untuk melakukan perubahan melawan kesyirikan dan kezaliman.
Dengan modal kalimat tauhid, Nabi Ibrahim AS berani menghancurkan berhala-berhala sesembahan kaumnya, berhadapan dengan Raja Namrudz yang zalim, bahkan merelakan dirinya dibakar hidup hidup.
Nabi Musa AS bersama Nabi Harun AS berani menghadapi kekejaman Fir'aun bersama tukang sihir dan pasukannya, dan masih banyak contoh lainnya sebagai wujud kuatnya pengaruh tauhiduLlah bagi ketundukkan manusia akan syariat-Nya.
Pemahaman tauhid yang benar akan membuat orang yang lemah menjadi kuat, bangsa yang sebelumnya lekat dengan kejahiliyahan menjadi penguasa dunia. Manusia yang berbeda suku, bangsa, warna kulit dan bahasa justru bisa disatukan dengan ikatan tauhid.
Tauhid sejatinya melahirkan ketaatan mutlak hanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Seorang muslim tidak akan menjadikan Syariah Islam sebagai perkara yang boleh dipilih sesuka hati. Ia pun akan menjauhkan diri dari sikap sombong dan meremehkan hukum hukum Allah.
Maka sejatinya kalimat tauhid beserta simbol-simbolnya wajib untuk terus disyiarkan seluas-luasnya di kalangan umat, bukan malah dimonsterisasi seolah menjadi simbol radikalisme seperti yang saat ini terjadi.
Marilah kita seluruh komponen umat untuk bersama merapatkan barisan menuju pelaksanaan Syariat Islam yang menyeluruh di muka bumi ini sebagai wujud tertanamnya tauhiduLlah di dalam dada. Allahu Akbar.