Oleh : Anna Ummu Maryam
Hidupku tak sesenang mereka, minta apa saja tunggu beberapa hari langsung ada. Sedangkan aku mewujudkannya butuh usaha, bahkan butuh tahunan agar itu semua ada.
Karena hidupku begitu sedih bagiku, aku tidak terlalu peduli dengan mereka. Bahkan untuk mengajak mereka bicara saja aku tak berani, takut di ejek " ngak tau diri".
Bangku SMA adalah pertama ku bersentuhan dengan kajian islam di sekolah, semua terjadi begitu saja karena penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
Ikut kajian dan pembinaan hampir tiap minggu ku lakukan, tapi entah mengapa seolah hidupku penuh dengan beban. Diajak serius untuk kajian tapi mulutku banyak alasan. Seolah hatiku bicara " aku terlalu banyak dosa dan belum saatnya".
Khaliza Rahim itulah nama sahabat karibku, kami selalu bersama walau tak sebangku. Dia banyak memotivasiku dan menasehatiku dalam bergaul dan memberi solusi dalam masalahku.
Jika ku teringat hal itu, hati rasa malu tersipu teringat mengapa ku bisa begitu.
Tapi semua telah berlalu, andai waktu bisa di ulang tentu akan lain cerita nya hidupku.
Allah lagi-lagi memberi kesempatan, dibalik kejadian yang memakan korban. Tsunami 2004 di aceh adalah kisah yang menoreh, tak bisa kulupa hingga kini air mata jatuh meleleh.
Tinggal di tenda pengungsian selama bertahun-tahun dengan pakaian seadanya dari pemberian orang, mungkin ini cara Allah untuk membuka mataku semakin terang.
Mengenyam bangku kuliah bersama teman baruku Nurhidayah. Dengan sedekah pakaian orang kupakai untuk dapat mengenyam bangku kuliah. Ku sangat jarang berkaca melihat wajah, karena bagiku tak ada yang berubah.
Dengan nasehat yang kesekian kalinya, akhirnya hatiku luluh juga. Teman kelas ku dulu Fetti namanya yang mengajak diskusi islam lebih mendalam. Awal tahun 2008 mulai hijrah total, semua berubah begitu juga mental.
Rasanya memang seperti terlahir kembali, seperti memulai hidup dari nol lagi. Semua arah pandang berubah, yaitu menurut aturan Allah.
Nyali dan iman kembali di uji, dengan ejekan keluarga yang katanya " kok anak muda pakaiannya orang tua?". Hanya senyum yang dapat keberikan karena islamku masih awam.
Dikucilkan teman sampai tak ada yang berteman pernah kurasakan. Tapi semua tak menyurutkan langkahku dalam iman. Ku katakan pada diriku," Aku hijrah karena Allah, jadi wahai badan jangan kau membuat aku lemah".
Tantangan demi tantangan membuatku makin kuat. Mengejar ketertinggalan dari teman yang duluan terjun ke dunia dakwah. Semangat dan energi tampa batas itulah yang kulihat pada mereka, pergi dari kampus ke kampus, rumah kos mahasiswa sampai kadang diskusi islam di warung juga.
Sungguh islam adalah cahaya yang membuka akal dan mata. Bahwa untuk apa kita hidup di dunia jika itu tak bermakna. Inilah yang kadang tak di fahami oleh manusia, sehingga mereka membuat kerusakan bahkan binasa.
Islam mengatur hidup kita bukan supaya mengekang, tapi hidup teratur dan cemerlang. Allah itu pencipta jadi memang pantas mengatur semuanya.
Kita hanyalah hamba yang yang lemah yang tak tau solusi segalanya, maka sudah sepantasnya aturan allah lah diatas segalanya.
Teruntuk sahabatku yang belum berhijrah, jangan pernah malu untuk mencari ilmu. Karena ia bekal mengarungi hidup yang dituju. Jangan merasa lemah pada mereka yang suka meremehkanmu, tapi harusnya kau terus maju karena syurga yang indah itu sedang menantimu
Dengan islam dan dakwah hidupmu semakin berarti, karena iman menjadikan kita peduli. Saling menyayangi dan menolong sesama manusia, itulah yang akan kau dapat dengan memperdalam pemahaman agama.
Mulailah perbaiki diri dan berusaha dengan apa yang kau bisa. Menolong agama Allah ini besar pahalanya bahkan melebihi dunia dan seisinya. Kematian itu pasti, bersiaplah menabung amal menuju Ilahi Rabbi.
Syukur yang tiada henti kuberi padaMu Ilahi, Kau mengangkat dan memilihku untuk berada disisi. Walau dosaku yang menggunung tapi tetap Kau merangkulku dalam dekapan yang agung.
Terima kasih yang tak terkira kepada guru,teman dan sahabat yang sampai kini masih setia disisi. Telah bersusah payah dalam menempa hingga kini. Maaf jika kami belum sepenuhnya bisa sehebat kalian.
Harapan ku, semoga tulisan ini mampu menggugah hati mu wahai muslimah akan pentingnya mengenal dirimu. Kita muslim maka sudah sepantasnya kita hanya menjadikan Allah semata sebagai pengatur kita. Mulailah hijrah total dalam pelukan islam dan jangan jadi muslim siluman.
Bumikan islam yang rahmatan lil'alamin dimanapun hubungan itu terjalin. Kebahagiaan itu adalah tujuan dan itu hanya ada dalam islam semata. Percaya diri dan terus sampaikan islam sampai Allah memenangkan agama ini atau kita mati di dalamnya.