Oleh : Hayfa Ega Farzana Rafie
Sebuah media resmi, Media umat.news memberitakan foto-foto mengerikan dengan bom, pembakaran, dan peleyapan lebih dari 400.000 muslim di Ghouta Timur. Sedangkan menurut Hadi al-Abdullah, seorang aktivis Suriah mengatakan lewat akun Facebook, "Mereka tidak dapat menghitung jumlah syuhada. Dalam dua hari saja, lebih dari 200 syuhada telah terbunuh."
Adapun menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), jumlah korban tewas dalam serangan keji selama tujuh hari itu meningkat menjadi 520 jiwa pada Sabtu (24/2) waktu setempat. Warga sipil yang terluka mencapai lebih dari 2.500 orang. Di antara korban tewas terdapat 127 anak-anak dan 75 perempuan.
Akankah dunia membuka hati dan mata? Menyaksikan pembantaian umat muslim yang tak asing lagi terjadi. Para pemimpin dunia seakan tak mendengar jeritan, isak tangis, dan suara meminta bala bantuan demi menyelamatkan jiwa-jiwa yang masih bertahan hidup. PBB dan lembaga-lembaga HAM dunia dimana mereka? Demikian, para penguasa muslim kemanakah mereka? Padahal, kalam-Nya telah nyata mengabarkan. Jangankan ribuan, ratusan, apalagi jutaan jiwa. Membunuh satu. Satu orang saja dibunuh tanpa alasan yang benar, sama dengan membunuh seluruh manusia. Tersiar dalam QS. Al-Maidah ayat 32, "Siapa saja yang membunuh satu orang, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia."
Bahkan, jika korban pembunuhan itu seorang muslim maka merupakan peristiwa yang menggemparkan dan teramat dahsyat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw; "Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang muslim."
Miris! Sampai Kapan Muslim Menjadi Korban?
Tragedi pilu, menyayat jiwa dan hampir menenggelamkan nurani pada lubang ketidakberdayaan. Ghouta di Suriah hanyalah fakta dari ratusan bahkan jutaan atau miliaran tragedi yang menimpa umat muslim di seluruh dunia. Ghouta! Bukan peristiwa pertama namun sering terjadi juga bukan yang terakhir menimpa umat muslim. Tak lupa dan mungkin masih berlangsung. Pembantaian umat muslim di Burma, Xinjiang, Kashmir, Irak serta Palestina yang berpuluh-puluh tahun dijajah Israel.
Dengan fenomena yang menyudutkan umat muslim, menitipkan derita pada jiwa umat muslim. Lantas, mari kita bertanya, Adakah yang membela umat muslim? Siapa yang tergerak untuk menyelamatkan umat muslim?
Jawabannya, tidak ada. Sebab, ikatan nasionisme mengakar kuat di dunia ini. Paham kapitalis menjadi alat sejati memenangkan setiap misi. Intinya dimana ada modal maka siap melayani dan menurunkan bala bantuan. Ditambah ruh keimanan yang mengikat setiap ukhuwah luntur di jiwa-jiwa umat muslim. Perilaku mementingkan diri sendiri, pihak golongan sendiri pun posisinya teramat penting. Maka, pantaslah umat muslim tidak ada pembelaan sedikit saja. Baik penguasa muslim, para PBB dan lembaga-lembaga HAM dan lainnya yang kontra terhadap umat muslim.
Untuk itu hanya satu. Satu yang dapat mengangkat derajat umat muslim. Membela umat muslim hingga dapat membuat umat muslim memimpin dunia. Yakni, aturan Islam. Aturan yang bukan buatan manusia tetapi pencipta manusia, Allah. Umat muslim butuh ini. Dengan mengusung seorang pemimpin muslim. Namun, bukan sebatas muslim tetapi pemimpin mukmin dimana ia bersedia menjalankan aturan Islam. Mengatur sebuah negara dengan Islam dan menyelesaikan permasalahan kehidupan hanya dengan cara Islam. Yang telah terbukti kegemilangan penerapannya selama 13 abad. Ditambah karena ini tuntutan iman.
Alhasil, umat muslim butuh. Sangat butuh aturan Islam tegak di bumi Allah dimana hadir seorang pemimpin yang menjalankan aturan tersebut. Ingatlah, janji Allah itu benar. Allah akan memenangkan umat muslim dengan keimanan mereka pada janji-Nya. Sebuah janji bahwa Islam akan berdiri kokoh hingga cahayanya menyinari seluruh dunia. Islam merajai dunia.
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS.An-Nur Ayat 55)
Wallahu'alam bish shawwab