Gempa Lombok Bukan Sekadar Bencana

Oleh : Khodijah

Ibu rumah tangga


Rentetan gempa bumi terus mengguncang Lombok, NTB sejak Minggu 29 Juli 2018 lalu. Gempa kembali terjadi pada Minggu (19/8), sejak pagi hingga malam. Gempa berskala cukup besar, 6,9 skala richter (SR) pun terjadi sekitar 21.56 WIB atau 22.56 Wita. Akibat gempa yang terjadi pada Minggu (19/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 10 orang meninggal dunia, 24 luka-luka, 151 unit rumah rusak, dan 6 tempat ibadah rusak. Data tersebut dihimpun BNPB hingga Senin (20/8) pukul 10.45 WIB. Sejak gempa pertama yang terjadi pada Minggu (29/7) berkekuatan 6,4 SR, yang kemudian disusul dengan gempa 7,0 SR Minggu (5/8), gempa 6,5 SR Minggu (19/8) siang, dan gempa 6,9 SR Minggu (19/8) malam, total sudah 506 orang meninggal dunia, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya. "Diperkirakan kerusakan dan kerugian mencapai Rp 7,7 triliun," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun pagi ini (21/8/2018) bertolak ke Lombok, NTB. JK akan meninjau dan menggelar rapat terkait penanggulangan gempa bumi di Lombok. "Di Lombok, Wapres akan memimpin rapat dan meninjau dampak gempa Lombok, serta memastikan rencana rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana alam di provinsi NTB berjalan dengan baik," ujar Jubir Wapres, Husain Abdullah  (detik.com, 21/08/2018).

Rasa prihatin, sedih   terhadap saudara kita yang tertimpa  musibah, untuk itu mari kita bantu mereka sesuai kemampuan kita, doakan mereka supaya sabar dalam menerima qadha Allah ini. Allah SWT berfirman :

“Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain” [al An’am : 65].

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh al Ashbahani dari Mujahid tentang tafsir ayat ini :

Beliau mengatakan, yaitu halilintar, hujan batu dan angin topan, gempa dan tanah longsor.

Jelaslah, gempa yang terjadi termasuk ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang digunakan untuk menakut-nakuti para hamba-Nya. Semua yang terjadi di alam ini, (yakni) berupa gempa dan peristiwa lain yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat. Karena itu sudah saatnya kita bertaubat atas semua kemaksiatan yang telah kita lakukan, dan kembali berpegang teguh kepada aturan Allah SWT.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kita terhindar dari bencana (adzab Allah), dengan adanya penguasa yang berpegang teguh terhadap yang haq dan mencegah terhadap yang bathil, yaitu menerapkan islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [at Taubah:71].

Wallahu A'lam bii shawab


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak