Dakwah "Musim-an"

Oleh : Wida Widiawati


Munculnya barisan pemuda yang mulai melirik dakwah sebagai poros hidupnya bagai musim semi dalam  dakwah yang harus di munculkan kembali.

Musim panas adalah saat pemuda mulai menikmati dunia barunya yang penuh tantangan dan rintangan.

Namun, di sanalah hebatnya pemuda, kesetiaanya pada dakwah, sebesar apapun rintangan, di hadapinya tanpa rasa lelah, dan keluh kesah, saat itulah musim panas dalam dakwah mulai  bergelora, saat semangat menggebu dan selalu berkobar. Panas bila tak gerak, panas bila turun semangat, panas bila melihat maksiat. Inilah yang harus di pertahankan.

Pemuda dan dakwah jangan sampai lalui Musim gugur, ini tak boleh di biarkan. Saat malas, saat futur, saat down, semangat melemah,  jenuh dan bosan, harus segera di hilangkan dalam pikiran. Ingat tujuan awal, bukankah kita punya visi hidup? Untuk apa kita hidup?

Musim dingin,  adalah yang paling membahayakan bagi pemuda dan dakwah, musim dingin adalah kehancuran,  di mana tak ada kehadiran pemuda,  dan dakwah pun menjadi beku, semua perannya hilang di telan ruang dan waktu. Jangan sampai ini terjadi dan jangan sampai di lewati.

Semangat berkobar bagai api harus di munculkan kembali, dan harus di pertahankan. Bagai bara api yang harus tetap kita genggam.


 Musim sebenarnya memang Allah yang mengatur, tapi Musim dakwah, kita sendirilah yang harus mengendalikannya. Akan ada di musim manakah kita?

Itu pilihan...

Dan pilihan adalah pertanggungjawaban.

Maka pilihlah musim dakwah mu yang terbaik!

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak