Oleh: Nurfillah Rahayu
(Forum Literasi Muslimah Bogor)
Vape berisi etomidate, obat bius keras Golongan II yang seharusnya hanya digunakan untuk prosedur medis di rumah sakit, kini beredar luas di kalangan anak muda dengan istilah yang sengaja dibuat keren yaitu "pod getar" dengan harga fantastis mencapai Rp 3-6 juta per cartridge. Modus ini sengaja menyasar psikologi Gen Z yang menyukai hal-hal yang viral dan estetik, sehingga bentuknya yang modis dan aromanya yang wangi membuat banyak remaja tidak sadar bahwa yang mereka hisap adalah narkoba (Kumparan.com, 25 September 2026).
Fakta bahayanya semakin mengkhawatirkan setelah hasil tes urine seorang selebgram berinisial JLE yang sempat viral di media sosial dinyatakan positif mengandung narkoba etomidate setelah mengonsumsi vape tersebut, yang membuktikan bahwa tren vape bukan lagi sekadar gaya hidup melainkan sudah menjadi jebakan narkoba yang nyata dan mengancam masa depan generasi (Kompas.com Megapolitan, 19 September 2026).
Secara umum, fenomena pod getar ini memperlihatkan betapa mudahnya barang seberbahaya obat bius dikemas menjadi vape yang wangi dan estetik lalu dijual bebas kepada remaja, di mana narkoba tidak lagi dijual dengan cara lama yang menakutkan tetapi dibungkus dengan tren dan gaya hidup yang keren agar mudah diterima oleh psikologi anak muda yang takut ketinggalan tren dan ingin terlihat gaul, sementara negara terkesan lambat karena baru bergerak setelah korban berjatuhan dan viral di media, yang mana vape narkoba sudah terlanjur menyebar luas dulu baru muncul wacana pelarangan.
Kejanggalan umum ini sejatinya tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari sistem yang melingkupinya hari ini, yaitu sistem sekuler kapitalisme. Sekularisme telah mencabut akidah dari kehidupan generasi dengan memisahkan agama dari kehidupan, sehingga agama hanya menjadi urusan ritual di masjid dan bukan standar dalam berpikir dan berperilaku, yang akhirnya membuat generasi tumbuh tanpa benteng keimanan dan muraqabah kepada Allah serta mengganti standar halal-haram dengan standar viral atau tidak viral, sehingga ketika stres dan galau, narkoba dianggap wajar sebagai pelarian.
Hal ini diperparah dengan kapitalisme yang membuka ruang bagi bisnis apa pun selama menguntungkan, di mana tolak ukurnya adalah manfaat dan profit, sehingga selama ada pasar anak muda yang hedonis dan konsumtif maka bisnis haram pun akan disediakan, dan vape narkoba dengan harga jutaan rupiah adalah bukti nyata bisnis haram yang disulap menjadi komoditas tren demi cuan. Di sisi lain, negara sekuler gagal memposisikan diri sebagai junnah (perisai) dan raa'in (pengurus yang bertanggung jawab), karena hanya berperan sebagai regulator yang reaktif dan hanya memadamkan api setelah rumah generasi terbakar, bukan mencegah racun itu sampai ke tangan generasi sejak awal.
Islam memiliki solusi tuntas karena mewajibkan penjagaan akal (hifdz al-aql) sebagai bagian dari maqashid syariah. Segala yang merusak akal dan memabukkan haram secara mutlak.
Sebagaimana Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung." (TQS. Al-Maidah: 90).
Dan Rasulullah SAW bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap yang memabukkan adalah haram." (HR. Muslim).
Maka vape narkoba haram, tidak boleh diproduksi, diedarkan, dan dibisniskan. Dalam sistem Islam, Khilafah akan menerapkan Islam secara sempurna melalui pendidikan yang membentuk pribadi bertakwa yang takut kepada Allah, memberantas tuntas semua bisnis narkoba dari hulu ke hilir dan mensterilkan media dari promosi racun, serta menerapkan sanksi tegas (uqubat) sebagai zawajir dan jawabir bagi produsen, pengedar, hingga pemakai.
Inilah bukti nyata, solusi tambal sulam ala sekuler kapitalisme tidak akan pernah menyelamatkan generasi, karena racunnya akan terus berganti nama dan kemasan selama sistemnya masih dipertahankan. Hanya Islam satu-satunya solusi sempurna yang mampu menjaga akal, melindungi generasi, dan menghentikan bisnis haram sampai ke akar-akarnya. Tanpa Khilafah yang menerapkan syariat kaffah, generasi akan terus menjadi korban, dan hanya dengan Khilafah, masa depan generasi benar-benar terjamin mulia dalam naungan Islam.
Wallahu a'lam bishshawab.