Kesepian di Tengah Keramaian, Potret Kelam Generasi Sekuler


Oleh : Ummu Mumtazah (Pegiat Literasi)


Diduga seorang Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial  RR (19) mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 6 kampus. Kamis (10/9/27). 
Korban selamat dan hingga kini dalam perawatan intensif di Rumah Sakit.

Kejelasan mengenai korban dan dugaan penyebab kejadian  tersebut hingga sepihak masih dalam penyelidikan polisi. Adapun pihak Fakultas Kedokteran  UB, beliau memberikan keterangan resmi. Semula FKUB menjadwalkan jumpa pers pada Kamis pukul 16.00 WIB. Namun, rencana tersebut ditangguhkan  seiring permintaan  dari rektor untuk menundanya. 
kompas.id. (24/9/2026).

Kasus bunuh diri terjadi berulang, sampai hotline pencegahan bunuh diri Healing119.id mencatat, klien didominasi kelompok usia 21-30 tahun. Hal ini menunjukkan krisis kesehatan mental paling banyak menimpa para generasi muda dan sampai saat ini belum ada solusi yang bisa menghentikannya. 

Mental Rapuh, Buah Sistem Rapuh

Di tengah kehidupan yang semakin jauh dari agama dan didukung oleh sistem kapitalisme yang berlaku saat ini, generasi muda semakin jauh dari nilai akidah. Sehingga generasi kehilangan pegangan dalam menghadapi tekanan hidup. Tanpa iman sebagai benteng, kesulitan terasa berat dan berujung pada keputusasaan. Tidak heran, generasi saat ini banyak yang melakukan bunuh diri  disebabkan karena lari dari masalah dan sulit untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. 
Sistem kapitalisme  melahirkan masyarakat yang individualistik, setiap orang sibuk dan berjuang sendiri  tanpa ikatan  masyarakat yang kuat. Akhirnya kesepian pun merajalela, bahkan di antara mereka yang secara materi berkecukupan tidak lagi mempedulikan masyarakat yang lain, ini bisa disebut karena terpengaruh budaya positivisness, fokus mengejar sukses individu, asosial. 
Semua itu adalah buah dari negara yang menerapkan Sekularisme - Kapitalisme sekaligus negara yang membentuk individu rapuh dan masyarakat individualistik melalui penerapan sistem pendidikan sekuler dan ekonomi kapitalisme. Hal tersebut sudah sangat mengakar dan tidak bisa  dihindari lagi. 

Islam Menjaga Keimanan Masyarakat 

Dalam Islam, keimanan individu, masyarakat hingga ruang lingkup negara akan selalu terjaga, sehingga ketika seseorang merasa  putus asa, negara akan hadir untuk memotivasinya.

Karena Islam membangun akidah sebagai benteng jiwa sejak dini. Keyakinan bahwa setiap kesulitan adalah ujian dari Allah dan bahwa perbuatan bunuh diri adalah haram, hal tersebut menjadi benteng terkuat bagi seorang muslim dari keputusasaan. 
Dalam Islam, seorang muslim diperintahkan untuk membangun ikatan yang kuat antara keluarga dan masyarakat berdasarkan akidah. Jadi tidak ada seorang pun yang dibiarkan menanggung beban hidupnya sendirian  dan merasakan kesepian. Karena umat Islam adalah satu tubuh, di mana salah seorang sakit, maka yang lainnya akan turut merasakan  sakitnya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW,. 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Muslim No. 4685)

Dalam sistem pemerintahan Islam,  Negara Khilafah menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah dan sistem ekonomi Islam yang menjamin kesejahteraan. Sehingga lahirlah individu yang kokoh dan masyarakat yang saling peduli, bukan  generasi yang rapuh dan kesepian. Sedangkan fakta yang terjadi saat ini banyak terjadi ketimpangan ekonomi, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin sengsara. Rakyat disuruh hemat sedangkan pejabat bersenang-senang diatas penderitaan rakyat. 
Saatnya umat sadar, bahwa penyelesaian terhadap berbagai permasalahan kehidupan hanya bisa diselesaikan dengan  penerapan syariat Islam secara kaffah dalam setiap aspek kehidupan. 
Wallahu a'lam.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak