Karhutla Kalimantan: Dari Rakusnya Kapitalisme Menuju Berkahnya Sistem Islam



Asri (Pengamat Generasi) 

Ketika kita amati bersama, apa yang terjadi di Kalimantan setiap tahun bukan sekedar kebakaran biasa. Ribuan hektar hutan terbakar, asapnya sampai ke Malaysia dan Singapura. Anak-anak di Kalimantan harus sekolah pakai masker, banyak warga terkena ISPA. Hutan yang seharusnya jadi paru-paru dunia sekarang menjadi lautan api. Bukan musibah alam tetapi ini musibah akibat perbuatan manusia. 

Mengapa harus di bakar? Karena dalam sudut pandang kapitalisme, hutan itu bukan amanah yang harus dijaga, melainkan barang dagangan. Tak heran jika banyak terjadi pembukaan lahan besar-besaran, demi keuntungan materi. Sungguh, benana ini bukan semata-mata takdir, melainkan buah dari sistem yang sekarang diterapkan di negara ini. Di dalam kapitalisme, membakar satu hektar hutan jauh lebih murah daripada membuka lahan dengan alat berat. Hutan yang seharusnya menjadi milik umat dan paru-paru dunia di ubah menjadi HGU (Hak Guna Usaha) puluhan tahun untuk korporat. 

Mirisnya, Negara Sekuler hanya menjadi penjual izin dan pemberi denda ringan. Padahal dalam Islam hutan, air dan api (tambang/energi) adalah milik umat yang haram hukumnya di miliki oleh swasta selamanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam: “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara: padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad). Maka, Negara wajib menjaganya dan menghukum berat kepada siapa saja yang merusak dan membahayakan negara dan umat.

Selama kita masih memakai sistem yang "menuhankan" laba, asap akan terus datang setiap tahun. Hanya dengan kembali kepada sistem Islam yang menjadikan negara sebagai pengurus umat yang amanah, hutan akan terjaga dan umat bisa bernapas lega. Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam pernah bersabda: “Seorang iman (pemimpin) adalah bagaikan penggembala/ raa'in, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya (rakyatnya)” (HR Bukhari dan Muslim). Sungguh, hanya sistem Islam yang mampu menjadi solusi, hutan dikelola negara untuk semua umat. Kepemimpinan dalam Islam akan menjaga nyawa dan rimba. 
Wallahu alam bi shawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak